Perum Perumnas Bangun Rumah Tapak Rp 116 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara, di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 20 Agustus 2015. Gedung yang mirip dengan Apartemen tersebut disiapkan oleh pemerintah Jakarta untuk warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Suasana Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara, di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 20 Agustus 2015. Gedung yang mirip dengan Apartemen tersebut disiapkan oleh pemerintah Jakarta untuk warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, MAKASSAR - Perum Perumnas Regional 7 Sulawesi menargetkan membangun Rumah Sejahtera Tapak sebanyak 1.300 unit di Sulawesi Selatan pada tahun depan.  “Lahannya sedang kami rampungkan hingga akhir tahun ini," kata Rahmat Taufik Sigit, Manajer Pemasaran Perum Perumnas Regional 7, saat ditemui di kantornya, Rabuy, 28 Oktober 2015.

    Rahmat mengemukakan pembangunan Rumah Sejahtera Tapak itu sebagai upaya dari Perum Perumnas ikut mengerjakan program Sejuta Rumah, yang diluncurkan pemerintahan Joko Widodo- jusuf Kalla.

    Menurut Rahmat, Rumah Sejahtera Tapak itu bertipe 36 memiliki luas lahan minimal 72 meter persegi dengan lebar 6 m dan panjang 12 m. Spesifikasi hunian itu, Rahmat menjelaskan, memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta sarana air bersih dan sambungan listrik dari PLN.

    Perum Perumnas menetapkan lokasi pembangunan hunian sederhana itu di empat daerah yaitu Parepare, Wajo, Palopo dan Takalar. "Kalau di Makassar, lahan memadai sulit kami dapatkan," kata dia.

    Rahmat mengatakan tipe hunian yang akan dibangun itu membidik segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga harga jual yang dipatok sebesar sekitar Rp 116 juta per unit.

    INDRA OY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.