Ini Alasan Indonesia Bergabung dalam Kemitraan Trans Pasifik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama, bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat pertemuaannya di Gedung Putih, Washington, 27 Oktober 2015. Ini merupakan kunjungan pertama Presiden Jokowi ke Amerika setelah menjadi Presiden. AP/Susan Walsh

    Presiden Barack Obama, bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat pertemuaannya di Gedung Putih, Washington, 27 Oktober 2015. Ini merupakan kunjungan pertama Presiden Jokowi ke Amerika setelah menjadi Presiden. AP/Susan Walsh

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia akan bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP) atau Kemitraan Trans Pasifik. Alasannya, Indonesia, dengan populasi 250 juta jiwa, menganut paham ekonomi terbuka.

    “Indonesia memiliki potensi ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” ujar Jokowi dalam rilisnya saat pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Washington, DC, Senin, 26 Oktober 2015.

    Menurut Presiden Jokowi, Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi digital yang sangat besar di dunia. Bahkan ia telah menetapkan target membuat ekonomi digital sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekonomi masa depan Indonesia. “Saya juga mengajak Amerika Serikat untuk bekerja sama dalam bidang ini,” katanya.

    Kemitraan Trans Pasifik merupakan perjanjian dagang yang rangkaian perundingannya dimulai pada Maret 2010. Ketika itu, perundingan melibatkan tujuh negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Cile, Selandia Baru, Peru, dan Singapura. Jumlah anggota Kemitraan Trans Pasifik terus bertambah. Sebelum Indonesia, negara yang telah bergabung adalah Malaysia, Meksiko, Kanada, dan Jepang.

    Jokowi dan Obama juga berkomitmen memperkuat dan memperluas hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Kemitraan strategis ini sebagai simbol peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujarnya.

    Jokowi mengatakan sudah mendiskusikan lebih jauh isu perubahan iklim dengan Obama. Ia menyepakati kerja sama dalam menangani masalah iklim, terutama di Indonesia. “Kami memiliki tantangan besar sekarang. Kami memiliki kebakaran gambut dan upaya untuk memadamkannya cukup menantang,” katanya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.