Obama Ucapkan Duka Cita untuk Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama, berbicara pada Presiden Joko Widodo saat melakukan pertemuan di Gedung Putih, 27 Oktober 2015. Ini merupakan lawatan kenegaraan pertama Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. AP/Susan Walsh

    Presiden Barack Obama, berbicara pada Presiden Joko Widodo saat melakukan pertemuan di Gedung Putih, 27 Oktober 2015. Ini merupakan lawatan kenegaraan pertama Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. AP/Susan Walsh

    TEMPO.CO, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengucapkan pernyataan bela sungkawa atas meninggalnya nenek dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sani Wirorejo, sebelum keberangkatan kunjungan kerja Jokowi ke AS.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan hal itu saat menggelar jumpa pers di Blair House Washington DC, Senin, 26 Oktober 2015, beberapa saat setelah pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Obama di Oval Office White House.

    Retno  mengatakan pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Obama berlangsung selama lebih dari satu jam, disambung dengan pernyataan pers bersama kedua Presiden sekitar 20 menit.

    "Pertemuan berlangsung baik, akrab, dan produktif. Di awal pertemuan, Presiden Obama menyampaikan pernyataan bela sungkawa atas meninggalnya Eyang Presiden Jokowi," katanya.(baca:Presiden Jokowi Bercerita Kenangan tentang Neneknya  )

    Nenek Jokowi, yang bernama Sani Wirorejo, wafat pada Jumat, 23 Oktober 2015 di Karanganyar, Jawa Tengah. Jokowi sempat terlebih dahulu melawat ke Solo sebelum kemudian terbang ke AS.

    Setelah pernyataan bela sungkawa itu, banyak isu yang kemudian dibahas oleh dua kepala negara tersebut dalam konteks bilateral maupun regional multilateral.

    Salah satunya bahwa kunjungan Jokowi ke AS, kata Retno, menandai tahapan baru bagi kerja sama dua negara dengan diluncurkannya strategic partnership antara Indonesia dan AS, yang sejatinya telah ada sejak 2010 terkait dengan komprehensif partnership.

    "Kunjungan ini menandai tahapan baru strategic partnership antara kedua negara," katanya.

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.