Jokowi ke Amerika, Fadli Zon: Mubazir Pergi di Tengah Asap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon (ketiga kanan) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump, di Trump Tower, New York, 3 September 2015.  Spencer Platt/Getty Images

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon (ketiga kanan) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump, di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Spencer Platt/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengatakan keberangkatan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan resmi sangat mubazir. Menurut dia, kepergian Jokowi bertolak belakang dengan kondisi di dalam negeri yang masih dilanda masalah asap dan kebakaran hutan.

    "Tidak ada gunanya kepergian itu di tengah masalah asap dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang belum selesai," ucap Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015.

    Menurut Fadli, keberangkatan Jokowi ke Amerika tidak akan menguntungkan Indonesia. Fadli menuding kepergian Jokowi hanya akan membawa lebih banyak kepentingan Amerika dibanding Indonesia. "Buktinya saja, Presiden tidak disambut oleh senior official. Yang menyambut orang Indonesia," ujar Fadli.

    Selain itu, persoalan pembahasan APBN saat ini masih belum selesai. Pembahasan APBN hingga saat ini masih alot terkait dengan dana penyertaan modal negara (PMN) yang terlalu besar. Padahal banyak program pemerintah, seperti dana desa, yang membutuhkan anggaran cukup besar. Menurut Fadli, jika pemerintah tak serius, pembahasan APBN bisa tertunda.

    Presiden Joko Widodo sejak Ahad kemarin berangkat ke Amerika Serikat. Dia dijadwalkan ada di sana hingga 30 Oktober 2015. Selain bertemu dengan 19 perusahaan Amerika untuk membicarakan masalah investasi, Jokowi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Barack Obama.

    Menurut Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, dalam kunjungan tersebut, akan dibahas masalah ekonomi. Bahkan Jokowi disebut akan mendapatkan US$ 20 miliar dari hasil kunjungan ini.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI

    Baca juga:
    Wawancara Jokowi: Terungkap, Ini Pukulan Terberat Presiden
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah Sederet  Fakta Mengejutkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.