Kabut Asap, Jusuf Kalla: Evakuasi Korban Bisa Pakai Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menyiapkan berbagai cara untuk melakukan evakuasi terhadap korban kabut asap dan kebakaran hutan. Menurut dia, saat ini pemerintah sudah menyiapkan kapal untuk mengevakuasi korban.

    “Pesawat kalau perlu. Apakah evakuasi itu di daerah itu sendiri, kalau perlu ke luar daerah," kata Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2015. Jusuf Kalla mengatakan Evakuasi ini akan terus dilakukan selama asap belum bisa teratasi.

    Jusuf Kalla mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo untuk langsung menangani masalah kabut asap dan kebakaran hutan. Jokowi yang hari ini berangkat ke Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan resmi selama lima hari kedepan, meminta Jusuf Kalla bersama Menterii Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan serta menteri menteri terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penangan kabut asap.

    Menurut Jusuf Kalla, penanganan asap akan terus dilakukan baik di darat dan udara. Selain itu, Kalla juga mengatakan penanganan sosial atas bencana asap tetap berjalan. "Jangka panjang, kami akan mengubah kembali hydro di gambut itu kembali ke posisi semula," kata dia.

    Selain itu, Jusuf Kalla mengatakan pemerintah juga akan terus mengambil langkah hukum untuk menindak perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap. Untuk perusahaan dan pelaku pembakaran hutan yang sudah tertangkap, Jusuf Kalla mengatakan mereka akan menunggu keputusan dari pengadilan. "Kalau pengadilan putuskan denda atau apa, harus jalan," kata dia.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.