Kabut Asap, Ada 7 Titik Evakuasi Warga di Kalimantan Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta sebaran titik api di Indonesia, 23 Oktober 2015. satelit.bmkg.go.id

    Peta sebaran titik api di Indonesia, 23 Oktober 2015. satelit.bmkg.go.id

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan tujuh titik lokasi untuk evakuasi korban kabut asap sudah disiapkan di Provinsi Kalimantan Tengah.

    "Tujuh titik kami siapkan di Kalimantan Tengah. Sedangkan arahan Presiden Joko Widodo, tidak ada evakuasi ke luar kota," kata Khofifah di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu, 24 Oktober 2015.

    Sedangkan di Kalimantan Selatan juga disiapkan sejumlah lokasi untuk evakuasi dengan memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, seperti balai besar Kemensos dan panti. Menteri Khofifah menjelaskan, Panti Budi Luhur memiliki tiga aula yang masing-masing dapat menampung seratus orang. "Semuanya ber-AC. Kapan saja kebutuhan evakuasi, tidak lagi dibutuhkan air purifier," ucapnya.

    Menteri Khofifah menuturkan Kementerian Sosial juga menyiapkan dapur umum lapangan, mobil tangki air, dan mobil rescue. "Jadi tinggal nanti dansatgas di sini, yaitu gubernur, menentukan titik ini perlu dievakuasi. Tim Kemsos siap, termasuk dengan konselornya," ujarnya.

    Khofifah mengatakan hari ini akan tiba seribu air purifier yang nantinya bisa ditempatkan di rumah warga masing-masing, sehingga mereka tidak perlu dievakuasi keluar rumah.

    Menteri Sosial di bawah koordinasi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan bersama tiga menteri lain berada di Kalimantan Selatan untuk meninjau lokasi kebakaran di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah mengambil langkah untuk melakukan evakuasi bagi korban kabut asap, terutama kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, dan manusia lanjut usia.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.