Diintimidasi Pengusaha, Warga Cianjur Mengadu ke Kontras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kordinator Kontras, Haris dan Kadiv Politik, Hukum, dan HAM Kontras, Sri Suparyati di Kantor Kontras, Jakarta, Minggu (14/2). Kontras mengecam atas penyerangan kantor aktivis Bendera oleh orang tak dikenal. TEMPO/Subekti

    Wakil Kordinator Kontras, Haris dan Kadiv Politik, Hukum, dan HAM Kontras, Sri Suparyati di Kantor Kontras, Jakarta, Minggu (14/2). Kontras mengecam atas penyerangan kantor aktivis Bendera oleh orang tak dikenal. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwang, Cianjur, Jawa Barat, melaporkan tindakan intimidasi yang dilakukan staf di perusahaan multinasional, PT QL Agrofood, kepada Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

    "Teman kami dan warga diintimidasi," ujar aktivis Komite Peduli Lingkungan Cianjur, Gilang Arvasendra, saat mendampingi korban di kantor Kontras, Kamis, 22 Oktober 2015.

    Gilang mengaku sejak setahun yang lalu, warga di Desa Haurwangi terus diintimidasi agar tidak berdemonstrasi. Tindakan ini menyusul sikap warga yang memprotes dampak lingkungan yang diakibatkan aktivitas pabrik tersebut.

    Puncaknya, pada Selasa, 29 September lalu, aktivis yang sedang melakukan advokasi dipukul sekelompok preman dan petugas satpam perusahaan. Bahkan seorang jurnalis lokal jadi sasaran amuk massa saat anggota DPRD setempat, warga, dan Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan hendak melakukan inspeksi mendadak terhadap pencemaran lingkungan.

    "Teman kami dipukuli hingga lima kali di bagian kepala," kata dia. Sayangnya, polisi terkesan lamban dalam mengusut kasus penganiayaan dan intimidasi tersebut. "Bahkan wartawan yang dipukul sekarang sudah damai."

    Sementara itu, Staf Divisi Hak Ekonomi Sosial Kontras, Ananto Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak polisi segera mengusut dugaan intmidasi yang diterima warga. "Ada warga yang didatangi tiga mobil berisi preman meminta agar tidak ada demo lagi," tuturnya.

    Menurut Ananto, setiap orang memiliki kebebasan berpendapat yang telah dijamin oleh undang-undang. Karena itu, dia meminta pihak kepolisian menindaklanjuti aksi main hakim sendiri yang dilakukan perusahaan dan upaya membungkam kebebasan.

    Dalam waktu dekat, Kontras juga mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Bupati Cianjur agar segera mengusut adanya pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan. PT QL Agrofood diduga melakukan pencemaran lingkungan di Sungai Citarum dan berakibat terhadap kesehatan warga.

    Belum diperoleh konfirmasi dari PT QL Agrofood mengenai insiden ini. 

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.