Kepala Badan Pelaksanaan BPLS Meninggal Usai Salat Tahajud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamparan lumpur kering di pusat semburan Lumpur Lapindo di titik 25, desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Catatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), volume semburan pada enam tahun terakhir, masih pada kisaran 30.000-60.000 meter kubik per hari. FULLY SYAFI

    Hamparan lumpur kering di pusat semburan Lumpur Lapindo di titik 25, desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Catatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), volume semburan pada enam tahun terakhir, masih pada kisaran 30.000-60.000 meter kubik per hari. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Badan Pelaksanaan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso meninggal dunia dinihari tadi, Rabu, 21 Oktober 2015. Sunarso dikabarkan meninggal dunia setelah melaksanakan salat tahajud di rumahnya.

    "Informasi dari istri beliau seperti itu," kata koordinator pengaduan validasi BPLS, Khusnul, kepada Tempo.

    Meninggalnya Sunarso, ucap Khusnul, terkesan mendadak. Pada Selasa pagi, Sunarso masih beraktivitas seperti biasa dengan datang ke kantor.

    "Bahkan beliau sempat ke Jakarta pada Senin lalu bersama Pak Ramdani yang juga dari BPLS," ujar Khusnul. Tapi dia tak tahu tujuan Sunarso ke Jakarta.

    Setelah pulang dari Jakarta, Sunarso ke kantor sebentar sebelum pulang ke rumah. Menurut Kepala Pokja Penanganan Bantuan Sosial Bapel BPLS Slamet Priambodo, saat ini jenazah Sunarso telah berada di rumah duka yang terletak di Royal Recidence, Surabaya. Jenazah rencananya akan dimakamkan hari ini di Taman Makam Pahlawan Mayjend Sungkono. "Insya Allah sekitar pukul 13.00," tuturnya.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.