Kapolri Sebut Provokasi Sekjen The Jakmania Tindakan Bodoh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat memimpin Upacara korps kenaikan pangkat di Rupatama, Mabes Polri,Jakarta, 3 September 2015. Kapolri juga menaikkan pangkat 4 perwira tinggi lainnya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat memimpin Upacara korps kenaikan pangkat di Rupatama, Mabes Polri,Jakarta, 3 September 2015. Kapolri juga menaikkan pangkat 4 perwira tinggi lainnya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti menyayangkan dugaan tindakan provokasi yang dilakukan Sekretaris Jenderal The Jakmania, Febrianto, lewat akun Twitter-nya. "Tidak layak orang setingkat pimpinan sebuah organisasi melakukan hal tersebut," kata Badrodin di gedung Bhayangkari Markas Besar Kepolisian RI, Senin, 19 Oktober 2015.

    Badrodin menyayangkan sebab status Febrianto bukanlah anggota biasa yang tindakannya masih bisa ia pahami. Badrodin menilai provokasi tersebut tindakan bodoh. "Menurut saya, dia harus ditindak tegas," kata Badrodin.

    Febrianto ditangkap Polda Metro Jaya karena diduga melakukan provokasi terkait dengan kedatangan Bobotoh Persib Bandung ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk menonton final Piala Presiden 2015 lewat akun Twitter-nya pada 10 Oktober 2015.

    Sekretaris Jenderal The Jakmania ini sempat menulis di akun Twitter-nya berisi kata-kata bernada provokasi. Di antaranya, "Kalau menganggap final piala presiden di GBK takkan ada apa2, mungkin anda bisa menyusul kawan anda Rangga #TolakPersibMainDiJakarta."

    Rangga yang dimaksud adalah Rangga Cipta Nugraha, salah satu suporter Persib yang tewas dikeroyok suporter Persija di Stadion Gelora Bung Karno pada Mei 2012.

    LARISSA HUDA

    Baca juga:

    Duh, Kalla Mau Evaluasi KPK, Terlalu Banyak Tangkap Orang?
    PDIP Siaga, PAN Diajak Bicara: Ada Reshuffle Kabinet?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.