Final Piala Presiden, Penjual Atribut di GBK Raup Rp 20 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Persib Bandung yang disebut Bobotoh berpose bersama saat tiba di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. Kedatangan Ribuan sepoter tersebut untuk menyaksikan laga Final Piala Presiden 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Suporter Persib Bandung yang disebut Bobotoh berpose bersama saat tiba di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. Kedatangan Ribuan sepoter tersebut untuk menyaksikan laga Final Piala Presiden 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penjual atribut suporter di halaman Stadion Utama Gelora Bung Karno, Cecep, 38 tahun, mengungkapkan dirinya sudah meraup omzet puluhan juta rupiah saat berlangsungnya laga final Piala Presiden 2015 hari ini, 18 Oktober 2015. "Kira-kira Rp 20 juta lah," kata pria asal Bandung ini.

    Cecep menceritakan dia tiba di Gelora Bung Karno dari Bandung pada pukul 04.00 pagi tadi. "Jam 10 mulai jualan," kata Cecep.

    Dalam kurun tujuh jam, Cecep telah menjual sebagian besar barang dagangannya. "Tadi bawa dua mobil, tapi sekarang udah mau habis," kata Cecep yang berjualan bersama delapan orang rekannya ini.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Cecep menjual berbagai macam atribut suporter seperti syal, topi, gelang, dan lain sebagainya. Barang dagangannya pun semuanya merupakan atribut suporter Persib Bandung.

    Menurut Cecep, syal dijual dengan harga Rp 40-70 ribu. "Kalau topi Rp 40 ribu," kata Cecep menjelaskan.

    Suporter Persib Bandung yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno memang banyak yang mampir ke lapak milik Cecep. Barang dagangan Cecep laris manis diserbu suporter yang tak henti-hentinya datang dan menawar barang dagangan Cecep tersebut.

    "Yang ini iji ya, Kang," ujar salah satu pembeli, sembari mengambil salah satu syal berwarna biru dengan tulisan Persib dari lapak Cecep.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.