Gara-gara Asap, Ujian Nasional Bisa Diundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar menggunakan masker akibat kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, 10 September 2015. Kualitas udara yang memburuk memaksa sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. REUTERS/Beawiharta

    Pelajar menggunakan masker akibat kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, 10 September 2015. Kualitas udara yang memburuk memaksa sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan pendidikan di daerah yang terdampak kabut asap. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan Asianto Sinambela mengatakan pihaknya sudah memantau darurat asap di beberapa wilayah sejak tiga pekan terakhir. 

    Ia mendapat beberapa keluhan dari siswa dan dinas pendidikan daerah terkait kegiatan belajar dan mengajar mereka di daerah yang terkena kabut asap. "Akhirnya kami beri special treatment kepada daerah yang terdampak kabut asap," kata Asianto saat dihubungi, Kamis, 8 Oktober 2015. 

    Asianto mengatakan dalam keluhannya masyarakat sempat khawatir bila waktu ujian nasional perbaikan dan ujian sekolah mereka harus tetap diikuti sesuai jadwal, padahal mereka harus meliburkan diri lantaran tidak mungkin ke sekolah karena asap. "Bagaimana mereka bisa ujian kalau mereka tidak belajar. Makanya kami siapkan tiga skenario ini," katanya.

    Berikut adalah tiga skenario yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi liburnya kegiatan belajar mengajar akibat bencana asap itu. Ketiga skenario itu terbagi dalam libur darurat asap selama 1 hingga 14 hari, libur kabut asap 15 hingga 30 hari, dan libur kabut asap lebih dari 30 hari.

    Skenario pertama, libur darurat asap selama satu hingga 14 hari. Sekolah yang mengalami hal ini masa liburan mereka pada Desember nanti digunakan untuk mengganti jam belajar yang hilang. Ujian Akhir Semester Ganjil dilakukan pada Januari, serta jadwal Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional akan tetap sesuai jadwal.

    Pada skenario kedua, bila sekolah mengalami libur darurat asap selama 15 hingga 30 hari, maka masa liburan siswa pada Desember akan digunakan untuk mengganti jam belajar yang hilang. Ujian Akhir Semester Ganjil dilakukan pada Februari, jadwal Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional mundur dua hingga tiga pekan. "Harapannya ketuntasan belajar tetap tercapai oleh masyarakat," kata Asianto.

    Skenario ketiga dialami siswa yang mengalami libur darurat asap selama lebih dari 30 hari. Kegiatan belajar mengajar pada skenario ini dan kalendar akademik akan mundur hingga ketuntasan belajar tercapai. Nanti akan ada pula penyesuaian jadwal Ujian Nasional dan seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri atau swasta.

    Asianto mengatakan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad pada hari ini, Kamis, 8 Oktober sudah berangkat ke Sumatera Selatan untuk meninjau kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak asap bersama Presiden Joko Widodo. Asianto mengaku masih menunggu instruksi lanjutan terkait kegiatan pendidikan di daerah yang terkena kabut asap.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.