Perkembangan Baru Kasus Prostitusi Online Anggita Sari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggita Sari. TEMPO/Nurdiansah

    Anggita Sari. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Surabaya - Kejaksaan menyatakan berkas kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model cantik Anggita Sari telah lengkap. Berkas dengan tersangka muncikari Alfania Tiarsasila, 23 tahun, dan Alen Saputra, 25 tahun, itu telah siap dilimpahkan ke pengadilan.

    "Sudah P-21," kata Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Farkhan kepada Tempo di kantornya, Kamis 8 Oktober 2015.

    Didik berujar, saat ini kejaksaan berfokus menyelesaikan pelimpahan tahap dua berupa barang bukti dan tersangka dari kepolisian ke kejaksaan. Dia berjanji, segera setelah seluruhnya diterima akan diteruskan ke pengadilan.  "Kalau sudah pelimpahan berkas dan tersangka, biasanya dalam satu sampai dua hari bisa langsung sidang," ucapnya.

    Sebelumnya, artis dan model cantik, Anggita Sari, ditangkap di sebuah hotel di Jalan Embong Malang, Surabaya, saat sedang mabuk berat karena baru selesai melayani dua tamu atas permintaan dua muncikarinya itu. Nia dan Alen ditangkap di Jakarta dan kini mendekam di penjara Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

    Anggita sendiri hanya berstatus saksi dalam kasus ini, sehingga dia tidak bisa dijerat hukum karena hanya menjadi korban dalam kasus prostitusi online itu.

    Sebelumnya, Anggita telah terang-terangan mengakui bahwa dia adalah wanita berinisial AS yang ada dalam daftar 83 nama yang didistribusikan Princes Manajemen. Ketika kasus pelacuran itu terbongkar, Anggita sempat membantah inisial yang dimaksud adalah dia.

    Menurut kuasa hukumnya, Pieter Ell, pengakuan Anggita bahwa dia adalah wanita berinisial AS tidak serta-merta menyatakan kliennya itu menjajakan diri saat tertangkap di Surabaya. "Anggi hanya mengakui bahwa dia wanita berinisial AS. Kemungkinan besar, Anggi dijebak, karena tujuan Anggi ke Surabaya bukan seperti yang diberitakan," tutur Pieter kepada Tempo, Rabu, 7 Oktober 2015.

    Pieter mengatakan maksud kedatangan mantan pacar gembong bandar narkoba, Freddy Budiman, itu ke Surabaya adalah ada urusan pribadi dan tidak berhubungan dengan manajemen mana pun, termasuk manajemen artis yang menaunginya. "Urusan pribadi. Katanya kan ada produser yang mau menawarinya pekerjaan di Surabaya," ujar Pieter.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.