Kabut Asap, Khofifah Kaji Kompensasi Rp 900 Ribu per Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mensos saat berada Khofifah Indar Parawansa, di rumah dinas Mensos kawasan jalan Widya Chandra, Jakarta, 20 Juli 2015. Kemensos juga menyiapkan lokasi pengungsian untuk 38 kepala keluarga, di sekitar lokasi yang kehilangan tempat tinggal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mensos saat berada Khofifah Indar Parawansa, di rumah dinas Mensos kawasan jalan Widya Chandra, Jakarta, 20 Juli 2015. Kemensos juga menyiapkan lokasi pengungsian untuk 38 kepala keluarga, di sekitar lokasi yang kehilangan tempat tinggal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah pusat kini tengah mewacanakan untuk memberi uang kompensasi bagi korban kabut asap di enam provinsi di Sumatera. Setiap warga yang terkendala mendapatkan income (pendapatan) akibat kabut asap akan menerima uang sebesar Rp 900 ribu per orang.

    "Kami sementara komunikasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan," katanya, usai melakukan pembagian beras untuk masyarakat sejahtera (rasta) di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Ahad 4 Oktober 2015.

    Khofifah mengatakan, uang kompensasi itu bertujuan untuk memberikan jaduk bagi masyarakat yang terkena dampak kabut asap. Rencananya, anggaran uang kompensasi itu akan diambil dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

    "Hitung-hitungannya Rp 10 ribu dikali 90 hari. Jadi, per orang Rp 900 ribu. Sekarang, jumlahnya sementara kami kalkulasi," ujar dia.

    Korban kabut asap diperkirakan 25 persennya adalah warga masyarakat bawah yang dihitung sekitar 1,2 juta orang. Mereka adalah warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

    Selain menyiapkan uang kompensasi, lanjut dia, pemerintah juga tetap memantau untuk memastikan cadangan logistik di kabupaten/kota dan provinsi yang terdampak kabut asap aman.

    "Kami ingin pastikan bahwa logistik tetap aman," kata Khofifah.

    Hingga kini, kabut asap masih terus terjadi. Bahkan, dari pantauan terakhir terjadi lonjakan titik panas di sejumlah wilayah Sumatera yang mencapai 1.199 titik.

    Meski begitu, pemerintah belum menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.