PESAWAT HILANG KONTAK, Kakek 2 Bayi Harap Aviastar Selamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Aviastar saat parkir di bandara perintis Aeropala, di Pulau Selayar, di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 12 September 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sebuah pesawat Aviastar saat parkir di bandara perintis Aeropala, di Pulau Selayar, di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 12 September 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar -Pesawat DHC-6-300 Twin Otter Aviastar  rute Masamba - Makassar yang dinyatakan hilang kontak setelah take off dari Masamba, Jumat siang, 2 Oktober 2015, diharapkan selamat, demikian harapan salah satu satu keluarga penumpang, Muhajir Mustafa.

    Muhajir, yang ditemui di rumahnya di Jalan Sunu, Makassar, mengatakan, anaknya, Nurul Fatimah Muhajir (26 tahun) berada di pesawat itu bersama dua anaknya yang masih bayi. "Keluarga berdoa yang terbaik buat keduanya, dan saya tetap yakin keduanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat." Kata Muhajir.

    Muhajir mengatakan dirinya baru mengetahui pesawat Aviastar hilang kontak setelah ada kerabat yang menghubungi. "Sekitar jam 17:00 saya dihubungi, katanya pesawat yang ditumpangi Nurul hilang kontak, setelah lepas landas dari bandara Andi Jemma Masamba," ucap Muhajir.

    Dia menyatakan setelah kejadian itu, dirinya segera menghubungi adik Nurul yang menunggu di Bandara Sultan Hasanuddin untuk menjemput ketiganya. "Saya suruh dia pulang. Takut nantinya shock, jadi bilang pesawat delay," paparnya.

    Keyakinan Nurul tetap hidup Muhajir dapatkan setelah ada temannya yang bekerja di bandara Tarakan bercerita ada pesawat hilang kontak selama satu hari, ternyata mendarat darurat di satu tempat yang memang susah dijangkau.

    "Inilah saya harap juga untuk Nurul , Rayya (3 tahun) dan Afif (1 tahun), " kata Muhajir.

    Nurul Fatimah Muhajir berangkat ke Makassar bersama dua orang anaknya Rayya Adawiyah Karimah dan Muhammad Rafli Afif untuk berkunjung ke rumah orang tuanya melepas kangen.

    "Dia minta saya jemput tadi pukul 11 :00 Wita namun karena ada rapat saya akhirnya tidak bisa, makanya Nurul minta adiknya jemput, namun ada kejadian seperti ini," ujar Muhajir.

    Nurul sejak tahun 2009 bekerja di Bandara Masamba dan sering pulang pergi Masamba - Makassar dengan pesawat.

    Suasana rumah Muhajir terlihat  ramai oleh keluarga dan kerabat yang terus berdatangan dan berdoa agar semuanya selamat. Ibunda Nurul terlihat lebih banyak diam.

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.