El Nino hingga Desember, Kepekatan Asap Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan El Nino yang akan berlangsung hingga Desember membuat kepekatan asap terus meningkat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan diperlukan upaya masif untuk mempercepat pemadaman.

    "Ancaman El Nino sampai akhir November, bahkan beberapa institusi ternama memprediksi bisa sampai pertengahan Desember. Dengan kondisi ini, di selatan ekuator ancaman akan terus meningkat," kata Sutopo di kompleks Istana, Rabu, 30 September 2015.

    Untuk mencegah memburuknya kondisi asap, Sutopo mengatakan diperlukan operasi pemadaman yang sifatnya masif dan serentak. Selain itu, setelah pemadaman, kondisi di wilayah-wilayah yang sempat terbakar harus terus dijaga. Pasalnya, di beberapa daerah yang sudah dipadamkan, kembali terjadi kebakaran.

    "Berdasarkan pengalaman laporan di lapangan, setelah dipadamkan ternyata terbakar kembali. Penyebab terbakar ada dua, dibakar dan api yang sudah padam tumbuh kembali," kata Sutopo.

    Untuk mempercepat penanganan pemadaman kebakaran, BNPB akan mengerahkan lebih banyak personel di titik-titik yang menjadi sumber masalah. Ia mencontohkan misalnya di Sumatera Selatan, yang menjadi pusat hot spot adalah Ogan Komelir Iring dan Musi Banyuasin serta kota yang menjadi perbatasan dengan Jambi. Sementara di Sumatera Selatan, fokus pemadaman di Kalimantan yaitu di Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, dan Kotawaringin Timur.

    Hari ini Presiden memanggil Kepala BNPB Willem Rampangilei ke Istana. Dalam pertemuan itu, Jokowi memerintahkan percepatan penanganan kebakaran hutan. Willem ke Istana didampingi oleh Sutopo Purwo Nugroho.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.