Disemprot Teten Masduki Soal Asap, Begini Respons Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teten Masduki. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Teten Masduki. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Singapura kembali menawarkan bantuan untuk mengatasi kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Tawaran kembali datang setelah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki kemarin meminta Singapura memahami upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi kebakaran hutan.

    Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan paket bantuan untuk penanganan kebakaran hutan sudah disiapkan. Saat ini, menurut Eng Hen, pemerintah Singapura menunggu respons dari pemerintah Indonesia apakah akan menerima atau menolak bantuan tersebut.

    "Saya pikir semakin pemerintah Indonesia terbuka, tidak hanya ke Singapura, negara-negara lain akan membantu menangani masalah ini, apakah itu negara-negara ASEAN atau negara internasional," ujarnya, seperti dikutip laman Channel News Asia, Selasa, 29 September 2015.

    Teten sebelumnya meminta pemerintah Singapura tak hanya mengeluh soal asap dari kebakaran lahan yang terbawa hingga ke Negeri Singa. Menurut Teten, Singapura selama ini juga menikmati oksigen yang dihasilkan hutan-hutan Indonesia selama sembilan bulan, sebelum kebakaran terjadi. “Kita juga tahu banyak industri kebun, tambang, yang menyimpan hasil ekspornya di Singapura,” ucapnya.

    Saat ini, menurut Teten, pemerintah Indonesia sudah berusaha keras untuk melakukan pemadaman. Presiden Joko Widodo juga sudah menginstruksikan agar izin perusahaan yang terbukti membakar lahan untuk pembersihan lahan dicabut. "Pemerintah tidak diam, bahkan sekarang memikirkan bagaimana kebakaran hutan yang terus-menerus terjadi selama 17 tahun ini bisa kita hentikan,” ucapnya.

    Pemerintah Indonesia pernah menolak tawaran serupa dari Singapura pada awal bulan lalu. Saat itu, Singapura menawarkan bantuan berupa dua pesawat militer Hercules C-130 yang bisa digunakan untuk merekayasa hujan buatan. Singapura juga menawarkan helikopter Chinook yang dilengkapi ember besar pengangkut air.

    Tawaran tersebut ditolak pemerintah Indonesia. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menyatakan pemerintah mampu menangani masalah ini dengan sumber daya yang ada.

    CHANNEL NEWS ASIA | TEMPO|MECHOS DE LAROCHA

    Baca juga:
    Ini Duit yang Dipakai Setya Novanto Cs & Ahok: Siapa Boros?  
    Salim Kancil Disetrum, Lalu…: Ini Sederet Keanehan  Di Balik Tragedi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.