Berduel di Tengah Sawah, 2 Preman Kampung Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang preman ditemukan tewas bersimbah darah di tengah persawahan Kampung Kedaung, Desa Kertamurti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa malam, 22 September 2015. Diduga kuat keduanya usai berkelahi.

    Informasi dihimpun Tempo, keduanya yaitu Alex, 35 tahun, dan Emon, 34 tahun, ditemukan warga sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, warga setempat mendengar suara gaduh seperti orang berkelahi di tengah sawah. "Karena situasi gelap, jadi enggak tahu letak dan siapanya," kata Sobirin, warga setempat, Selasa, 22 September 2015.

    Setelah suara gaduh hilang, terdengar rintihan kesakitan. Tak lama kemudian warga memberanikan diri mengecek ke tengah sawah dengan membawa penerangan lampu senter. Hasilnya warga menemukan dua orang tersebut terkapar dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. "Kami lapor polisi," kata dia.

    Berdasarkan keterangan sejumlah warga, keduanya diketahui merupakan preman kampung yang biasa berbuat onar. Bahkan, mereka sering pesta minuman keras setiap malam. Diduga, dua preman itu berkelahi akibat rebutan wilayah. "Satu korban baru keluar penjara," kata dia.

    Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Komisaris Aprima Suar membenarkan. Diduga kedua korban tewas setelah berkelahi. Namun, polisi belum dapat menyimpulkan motif para korban bertikai hingga tewas. "Kami masih menyelidiki, tak bisa menduga-duga," kata Aprima.

    Polisi menyita sebilah celurit dan sandal dari lokasi kejadian. Sementara, jasad ke dua preman tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramajati, Jakarta Timur untuk keperluan otopsi. "Kami masih memintai keterangan sejumlah saksi," ujar Komisaris Aprima.

    ADI WARSONO


    Baca Juga:
    Vicky Shu Blusukan ke Gedung Putih: Mencari Pakde Obama
    Fahri Hamzah Intervensi Sidang Kehormatan Setya Novanto cs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.