Tunjangan Dewan Mending Buat Subsidi Pupuk dan Benih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kader PDIP Maruara Sirait. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kader PDIP Maruara Sirait. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Subang - Anggota DPR RI Maruarar Sirait, menolak kenaikan tujangan penghasilan buat para anggota Dewan yang kini menuai kecaman keras di kalangan publik. "Dengan tegas saya menolak," ujar politikus PDI Perjuangan itu, kepada Tempo, di Subang, Jawa Barat, Senin, 21 September 2015.

    Alasannya, kata Ara, sapaan akrab Anggota DPR RI dari Fraksi Perjuangan tersebut, tunjangan anggota Dewan yang diterima saat ini, sudah lebih dari tinggi. Sayang ia tak mau menyebutkan berapa tunjangan setiap anggota Dewan saat ini.

    Menurut Ara, dari pada dipakai menaikan tunjangan anggota Dewan, dana tersebut lebih baik dialokasikan buat beasiswa pelajar dan mahasiswa, subsidi pupuk dan benih buat para petani dan sektor perikanan dan nelayan.

    Ara  juga sempat melemparkan sikap tegas ketidaksetujuan kenaikan tunjangan penghasilan anggota DPR tersebut kepada ratusan konstituennya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.Mereka langsung menjawabnya dengan suara koor: "Tolak." Ara mengaku bungah sebab, rakyat di daerah juga peka terhadap isu-isu seksi yang kini tengah bergulir di gedung DPR tersebut.

    Salah seorang peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Niko, menegaskan, para anggota Dewan yang ngotot ingin menaikan tunjangan penghasilannya sebagai orang yang tidak memiliki empati."Rasa empati mereka mungkin sudah mati," ujar Niko.

    Ia beralasan, saat ini, negara sedang "sakit" akibat pelambatan ekonomi, harga bahan pokok tinggi dan rakyat sedang kesusahan, semestinya para anggota Dewan fokus memikirkan semua persoalan yang berampak negatif kepada rakyat. "Jangan malah memikirkan kepentingan pribadi."

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.