Kenaikan Tunjangan DPR, Ini Kata Anggota DPR Moreno Suprapto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moreno Suprapto, anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Gerindra, di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    Moreno Suprapto, anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Gerindra, di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Suprapto, tidak setuju dengan kenaikan tunjangan anggota Dewan. Mantan pembalap nasional ini lebih memilih bila negara langsung saja membayarkan tagihan listrik dan telepon rumah dinasnya.

    "Waktu yang kami habiskan untuk membeli sendiri voucher listrik dan telepon itu bisa digunakan untuk mengerjakan hal lain yang lebih penting yang berhubungan dengan kedewanan," kata Moreno saat dihubungi, Ahad, 20 September 2015.

    Saat ini, Moreno di kompleks rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan. Rumah itu dikelola oleh Sekretariat Jenderal DPR. Namun, Sekretariat hanya mengurusi keamanan kompleks, dan tidak ikut membayarkan tagihan listrik dan telepon. "Saya beli sendiri lho voucher-voucher itu," kata dia.

    Karena itu, setiap anggota mendapatkan tunjangan untuk pembayaran listrik dan telepon. Mulai November ini, tunjangan listrik naik menjadi Rp 3,5 juta per bulan, dan tunjangan telepon naik menjadi Rp 4,2 juta per bulan. Awalnya, total yang diterima anggota Dewan untuk membayar tagihan itu Rp 5,5 juta.

    "Melihat kondisi perekonomian yang memburuk, saya tidak setuju bila tunjangan-tunjangan lain dinaikkan," kata dia. "Lebih baik ditunda hingga ada perbaikan ekonomi."

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?