Perempuan ABG Selundupkan Sabu ke LP Kebonwaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan barang bukti sabu-sabu yang hendak diselundupkan oleh seorang wanita kedalam lapas di Lapas Kelas II A Banceuy, Bandung, Jawa Barat. 30 Desember 2014. Sabu-sabu lebih dari 20 gram tersebut dibungkus dengan kondom. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petugas menunjukan barang bukti sabu-sabu yang hendak diselundupkan oleh seorang wanita kedalam lapas di Lapas Kelas II A Banceuy, Bandung, Jawa Barat. 30 Desember 2014. Sabu-sabu lebih dari 20 gram tersebut dibungkus dengan kondom. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Petugas penjaga pintu Lembaga Pemasyarakatan Kebonwaru, Bandung, menggagalkan percobaan penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam LP, Rabu, 16 September 2015. Aksi percobaan menyelundupkan barang haram tersebut dilakukan seorang wanita berusia belasan.

    Kepala LP Kebonwaru Bandung Mulyadi mengatakan aksi penyelundupan narkoba itu dilakukan saat jam besuk sudah habis. Saat itu, seorang wanita yang mengaku sebagai keluarga dari salah satu warga binaan LP menitipkan sebuah bungkusan yang berisi makanan. "Yang mengantarnya kira-kira berusia 15-16 tahun," ujarnya.

    Menurut dia, saat diperiksa petugas LP, di dalam bungkusan tersebut terdapat benda yang mencurigakan. Salah satunya ditemukan Teh Kotak dalam kondisi bocor. Setelah dicek, di dalam Teh Kotak yang masih berisi air teh tersebut terdapat tiga bungkus sabu dan satu bong. "Ternyata, setelah diperiksa, ditemukan tiga bungkus sabu beserta bong di dalam kemasan Teh Kotak," kata Mulyadi, Kamis, 17 September 2015.

    Namun penjaga pintu LP kecolongan menangkap pengantar barang tersebut. Pasalnya, saat bungkusan itu diperiksa, si pengantar barang meminta izin untuk mengambil uang di ATM. "Ketika barang mau diperiksa, dia keluar minta izin ke ATM, tapi setelah itu dia tidak balik lagi," tuturnya.

    Ia mengatakan petugas LP belum sempat meminta identitas si pengirim barang tersebut. Namun, diketahui, bungkusan tersebut ditujukan kepada dua warga binaan bernama Irfan dan Ali. Keduanya merupakan narapidana kasus narkoba. "Setelah dicek ke Irfan dan Ali, mereka mengaku si pengirim barang tersebut merupakan pacar dari temannya," ucapnya.

    Atas kejadian tersebut, pihak LP langsung memeriksa urine dua warga binaan tersebut. Hasilnya, dua napi itu positif narkoba. "Setelah dicek, keduanya positif," ujarnya.

    Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigadir Jenderal Polisi Iskandar Ibrahim mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai percobaan penyelundupan sabu ke dalam LP tersebut. Pihaknya juga masih melakukan identifikasi pelaku yang mencoba menyelundupkan barang haram ke dalam LP khusus narapidana narkoba itu.

    "Setelah mendapatkan informasi, kami melakukan pemeriksaan urine terhadap warga binaan secara acak. Beberapa warga binaan dinyatakan positif dan masih dilakukan pengembangan untuk penyelidikan," katanya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.