Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air, Jokowi Khawatirkan Virus Unta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon Haji kloter I asal Makassar mendegarkan bimbingan haji saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah calon Haji kloter I asal Makassar mendegarkan bimbingan haji saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Kesehatan mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran new emerging disease atau virus unta setelah kepulangan jemaah haji dari Arab Saudi.

    "Kami sangat khawatir akan new emerging disease atau virus unta atau MERS-coronavirus. Ini dari kepulangan jemaah haji dari Arab Saudi," kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana, Kamis, 17 September 2015.

    Nila mengatakan gejala penularan penyakit ini adalah batuk, demam, dan sesak napas. Masa inkubasi, kata dia, mencapai 14 hari. "Misalnya hari ke-13 baru panas, jemaah harus melapor dan kalau demam harus diisolasi, kemudian diperiksa," katanya.

    Ia mengatakan dampak terburuk dari virus ini adalah penyebaran yang sangat cepat. Nila mencontohkan kasus di Korea Selatan, ketika seorang pengidap virus unta tidak mengetahui bahwa ia terjangkit. Ternyata, saat dirawat di rumah sakit, si pengidap menularkan virus tersebut ke semua orang yang berada di lingkungannya. "Jadi, kalau di pesawat ada satu yang positif, beberapa tempat duduk di sekitarnya harus diisolasi," katanya.

    Menteri Nila mengingatkan bahwa risiko terjangkit bagi orang yang berada di sekitar pengidap sangat besar. Virus ini juga bisa menyebabkan kematian. "Misalnya, angka kematian di Korea tertinggi adalah orang tuanya," katanya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.