Dibunuh di Kota Wisata: Nungki Main HP, Nurdin pun Curiga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (lakonhidup)

    Ilustrasi pembunuhan. (lakonhidup)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rutinitas Nurjanah atau Nungki, 32 tahun, pada Senin petang, 31 Agustus 2015, berjalan seperti biasa. Sepulang kerja, Nungki dijemput suaminya, Nurdin Suparman, 43 tahun, dengan mengendarai sepeda motor dari Pasar Kranggan ke rumah mereka di Gang Bagol, Pedurenan, Jatiluhur, Kota Bekasi.

    Sampai di rumah, Nungki beristirahat sejenak dan mandi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah mandi, Nungki, yang masih mengenakan handuk, langsung duduk di tempat tidur dan memegang ponselnya.

    "Dia sibuk berkomunikasi dengan temannya melalui layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM)," kata Kepala Kepolisian Sektor Gunungputri Ajun Komisaris Tri Suhartanto, Jumat, 4 September 2015.

    Baca juga:

    Pencopotan Waseso, Luhut: Prajurit Tak Boleh Ancam Atasan
    Alumnus UI Tewas, Jejak Kaki di Balkon Ungkap Kejanggalan

    Melihat istrinya asyik mengetik pesan di ponsel, Nurdin kesal. Dia menduga istrinya sedang berselingkuh dan punya pria idaman lain. "Karena cemburu, Nurdin langsung mencekik Nungki hingga tewas," ucap Tri.

    Tubuh Nungki terkulai. Nurdin kemudian mengecek, apakah istrinya itu masih bernapas atau tidak. "Untuk memastikannya, dia membekap mulut Nungki," ujar Tri.

    Nurdin sempat membiarkan tubuh Nungki beberapa jam. Pada Selasa, 1 September 2015, sekitar pukul 02.00 WIB, Nurdin memasukkan tubuh Nungki ke dalam karung untuk dibuang. "Dia membawa karung itu dengan mengendarai sepeda motor Honda BeAT warna oranye dengan nomor polisi B-3474-KSK ke Kota Wisata," tutur Tri.

    Jasad Nungki kemudian ditemukan petugas kebersihan di dekat taman Kota Wisata Cluster Monaco, Desa Nagrak, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor pada Selasa pagi dalam keadaan tanpa busana. Saat itu tubuh Nungki sudah membiru dan wajahnya penuh luka.

    M. SIDIK PERMANA

    Baca juga:

    Buwas Ungkap Ada Pihak Ingin Dia Dimutasi & Penjelasan JK

    Kenapa Mourinho Kerap Keok Haddapi Pelatih Berinisial P

    VIDEO TERKAIT:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.