Terkait Jakarta, Begini Cara Operasi Muncikari Artis AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi/pelacuran. Andreas Rentz/Getty Images

    Ilustrasi prostitusi/pelacuran. Andreas Rentz/Getty Images

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surabaya menduga jaringan muncikari artis cantik AS merupakan bagian dari jaringan prostitusi artis yang dibongkar Kepolisian Resor Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Polresta Surabaya akan berkoordinasi dengan Polres Jakarta Selatan untuk menyelidiki lebih jauh.

    “Kami akan koordinasi dengan kepolisian di Jakarta, apakah kasus ini masih ada kaitannya dengan kasus prostitusi artis yang ada di Jakarta atau tidak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Takdir Mattanete, Jumat, 4 September 2015.

    Jaringan prostitusi artis di Jakarta yang dimaksud oleh Takdir adalah jaringan muncikari Robbie Abbas. Robbie ditangkap Polres Jakarta Selatan saat menjajakan artis AA di hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, awal Mei lalu. Robbie saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Menurut Takdir, jika dilihat dari modus dan jaringan yang dilakukan oleh muncikari BS yang memiliki anak buah artis, dan muncikari YY yang memiliki anak buah SPG, serta modus yang dilakukan dengan cara menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook (FB) untuk pemasarannya, maka besar kemungkinan mereka masih ada jaringan yang lebih besar di Jakarta. “Yang pasti kami akan dalami berbagai kemungkinan ini, termasuk dugaan berkaitan dengan kasus di Jakarta,” kata dia.

    Adapun modus yang dilakukan oleh kedua muncikari itu yaitu memasarkan foto artis dan SPG ke pria hidung belang melalui BBM dan FB itu, bahkan mereka juga membuat grup di media sosial itu. “Mereka meng-invite teman-temannya, lalu menyebar foto perempuan dan artis yang bisa di-booking," katanya.

    Dalam menjalankan aksinya, dua muncikari ini menggunakan berbagai cara untuk mengelabui pihak kepolisian, termasuk berpindah-pindah tempat, sehingga membuat polisi terkecoh dengan posisinya. “Kami lacak memang dia kadang di Bali, Semarang, dan beberapa tempat lainnya,” ujar Takdir.

    Selain itu, jaringan ini menggunakan media sosial untuk pemasarannya, sehingga apabila terdeteksi oleh pihak kepolisian, maka bisa diganti seketika itu pula. “Ini yang membuat kami agak sedikit kesulitan,” kata dia.

    Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan di salah satu hotel di Surabaya dan berhasil mengamankan empat SPG seusai melayani tamu pria hidung belang. Selanjutnya, polisi menggerebek salah satu hotel di Jalan Embong Malang, Surabaya, dan mendapatkan artis dan model AS dalam keadaan mabuk berat. Lima korban trafficking ini disuruh oleh muncikarinya yang berinisial YY dan BS, yang sampai saat ini masih buron.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.