Tim Kampanye Miing 'Bagito' Protes Poster Bupati Cantik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis memegang poster saat menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa poster dan spanduk menolak UU Pilkada di Bundaran HI, Jakarta, 12 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Aktivis memegang poster saat menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa poster dan spanduk menolak UU Pilkada di Bundaran HI, Jakarta, 12 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Karawang:Poster calon bupati petahana Kabupaten Karawang, Cellica Nurrachadiana membuat berang kandidat lainnya. Ketua Tim Pemenangan pasangan Akhmad Marjuki-Tubagus Dedy 'Miing' Suwandi Gumelar, Karda Wiranata. Ia mengaku akan melakukan somasi terhadap pasangan Cellica Nurrachadiana-Jimmy Zamakhsari.

    Pasalnya baliho dan billboard Cellica dipasang dan dibuat dengan menggunakan anggaran belanja daerah. "Ini menjadi contoh yang tidak baik," ujar Karda saat dihubungi lewat telepon, Kamis, 3 September 2015.

    Karda mengatakan, disaat seluruh calon ingin menaati aturan main yang dilakukan dalam Pilkada. Akan tetapi saat ini penyelenggara seolah-olah membiarkan kecurangan tersebut terjadi. "Seharusnya itu sudah dicoret, karena memang melanggar aturan," kata Karda.

    Fadludin Damanhuri, perwakilan tim pemenangan Saan Mustopa-Iman Sumantri merasa keberatan dengan bilboard iklan layanan masyarakat yang terpasang di wilayah Kabupaten Karawang. Pasalnya setiap billboard itu memasang foto pelaksana tugas Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Cellica adalah calon incumbent yang ikut bertarung bersama Saan di Pilkada Karawang 9 Desember, 2015 nanti.

    Fadludin meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mencantumkan foto Cellica dalam membuat iklan layanan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam Pilkada yang akan dilakukan pada desember yang akan datang. "Gak usah mencantumkan foto Plt (Cellica) sebagai ikon, jika perlu poto kepala dinas sebagai ikonya," kata Fadel saat dihubungi lewat telepon, Kamis, 3 September 2015.

    Fadludin yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai NasDem Kabupaten Karawang ini meminta Komisi Pemilahan Umum (KPU) dan Panitia Penaws Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karawang, untuk bersikap netral sebagai penyelenggara Pilkada. "Saat ini, tahapan kampanye sudah dilakukan. Kami pasangan nomer dua mengikuti tahapan tersebut dengan taat aturan, dan itu juga harus diikuti oleh seluruh calon," kata dia.

    Bahkan, Fadhil menuding SatPol PP berlaku tidak adil terhadap pasangan incumbent. "Ini ada keberpihakan Sat Pol PP sehingga bilboard incumbent tidak diturunkan," ujar dia.

    Pernyataan lebih tegas disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Ace Sudiar. Ia mengatakan tidak diturunkannya baligho milik Plt Bupati Karawang, menjadi sebuah indikasi jika ada keberpihakan dari KPU dan Panwaslu Karawang.

    Ace pun mengatakan telah menyampaikan keberatan kepada KPU dan Panwaslu Karawang. Akan tetapi, protesnya tidak mendapatkan tanggapan yang serius dari kedua penyelenggara tersebut. "Seharusnya mereka segera menindak lanjuti hal ini," kata Ace.

    Ace mengatakan, pihaknya dari semenjak awal sudah tegas memperingatkan KPU Kabupaten Karawang, jika Plt akan maju sebagai calon bupati. Maka yang bersangkutan harus mundur dari jabatannya bukan malah cuti. Akan tetapi, KPU Karawang bergeming jika Plt hanya diwajibkan cuti saat masa kampanye.

    Sehingga, permasalahan yang terjadi menjadi bias dampaknya, saat ini banyak agenda pemerintahan yang digunakan untuk kepentingan kampanye, seperti agenda minggon, dan hari ulang tahun Karawang.

    Ia mengatakan, jika memang harus cuti, maka cuti yang harus dilakukan adalah semenjak ditetapkannya masa kampanye yakni tanggal 27 agustus yang lalu. Akan tetapi, ketika dikonfirmasi ke KPU Karawang, Cellica hanya cuti saat akan melakukan kampanye terbuka saja.

    Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karawang, Syarif Hidayat sebelumnya menyatakan alat peraga kampanye akan ditertibkan. Dia mengatakan bahwa alat yang boleh dipasang hanya yang dibuat oleh KPU.

    Ia membantah mengistimewakan alat peraga kampanye milik Cellica Nurrachadiana. “Tidak ada pengistimewaan karena dia plt. Semua poster kami babat habis. Hanya saja, ada beberapa baliho yang belum diturunkan karena personil kami terbatas,”ujar Syarif.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.