Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Ancaman Mogok, Pengusaha Katering Timbun Daging Ayam  

image-gnews
Warga membeli ayam ang harganya terus naik di Pasar Cicadas, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/3). Harga ayam negeri pedaging melonjak menjadi Rp 40.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia
Warga membeli ayam ang harganya terus naik di Pasar Cicadas, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/3). Harga ayam negeri pedaging melonjak menjadi Rp 40.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Meroketnya harga ayam akhir-akhir ini banyak dikeluhkan oleh pengusaha katering di Kota Bandung. Pasalnya, daging ayam yang menjadi salah satu bahan primer dalam proses produksi usaha katering, harganya kini berkisar Rp 40-45 ribu per kilogram.

Guna menyiasati kondisi tersebut, pengusaha katering harus berpikir keras agar usaha yang mereka geluti tidak gulung tikar. Salah satunya dengan melakukan penyimpanan daging ayam yang berlebih.

Pasalnya, Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (PESAT) Kota Bandung akan melakukan mogok serentak pada Kamis, 20 Agustus 2015 hingga Sabtu, 23 Agustus 2015.

"Upaya kami adalah melakukan persediaan selama beberapa hari ke depan. Apalagi besok para pedagang sudah mulai mogok, tapi kebutuhan tetap harus ada. Apalagi menjelang weekend, kami selalu ada order saat weekend," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Bandung Imas Yuhana kepada awak media di sela acara launching majalah katering di Hotel The Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Rabu, 19 Agustus 2015.

Menurut Imas, posisi pengusaha katering saat ini terjepit akibat melambungnya harga daging ayam. Selain itu, minimnya persediaan ayam membuat para pengusaha katering kian kerepotan.

Imas berharap pemerintah bisa bergerak cepat mengambil kebijakan terkait lonjakan harga daging ayam. Terlebih semua pihak terkena dampak dari kenaikan harga ayam tersebut.

"Kenaikan harga ayam yang wajarlah, yang menguntungkan bagi semua pihak seperti petani, pedagang, pengusaha maupun konsumen. Harga yang stabil dan membantu bisnis katering terus berkembang dan menyerap tenaga kerja," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah mengimbau pedagang untuk tidak melakukan aksi mogok. Pasalnya, kata dia, aksi mogok itu akan merugikan banyak pihak, mulai pedagang, pengusaha kuliner, dan masyarakat umum.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sesuai dengan arahan Wali Kota kemarin bahwa tidak perlu sampai mogok, kami rencananya akan mengelar rapat dengan Pemerintah Provinsi l Jawa Barat. Kita akan duduk bareng, kenapa harga daging ayam tetap tinggi," katanya.

Analisis sementara, kata Elly, kenaikan daging ayam merupakan dampak dari kenaikan daging sapi beberapa hari kemarin. "Kenapa harga daging ayam tinggi, mungkin karena kemarin  pedagang daging sapi mogok. Mungkin konsumen daging sapi beralih ke daging ayam, sehingga permintaan daging ayam menjadi meningkat. Makanya harga tinggi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah pedagang di pasar mengaku siap mogok mulai Kamis, 20 Agustus 2015 hingga Minggu, 23 Agustus 2015. Para pedagang sudah mendapatkan surat edaran dari Persatuan Pedagang Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) ihwal rencana mogok.

“Besok mau ikut mogok, soalnya sudah dapat surat edaran. Semuanya juga ikut mogok, soalnya dari bandarnya juga bakalan kosong,” kata Oneng Setiawati, 29 tahun, pedagang di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, kepada Tempo, Rabu, 19 Agustus 2015.

Menurut Oneng, mogok dimulai pada pukul 12.00 WIB. Namun sejak Jumat hingga Minggu, para pedagang seluruhnya tak berjualan. Bila menolak mogok, kata Oneng, pedagang akan didenda Rp 20 juta.

Adapun pengelola Pasar Kosambi, Ahmad Sopiandi, membenarkan adanya aksi mogok pedagang ayam seperti yang dilakukan pedagang sapi beberapa waktu yang lalu. Ia mengatakan untuk pasar Kosambi sendiri, diserahkan sepenuhnya kepada pedagang apakah akan ikut mogok atau tidak. “Tapi biasanya ikut mogok semua sebab di sini (Pasar Kosambi) bisanya kompak,” ucap Ahmad.

AMINUDIN | ADI PERMANA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Rumah Dinas Wali Kota Bandung Dijadikan Objek Wisata Akhir Pekan

1 hari lalu

Rumah Dinas Wali Kota Bandung atau Pendopo (bandung.go.id)
Rumah Dinas Wali Kota Bandung Dijadikan Objek Wisata Akhir Pekan

Masyarakat atau wisatawan bisa mengunjungi Pendopo untuk wisata sejarah Kota Bandung, dibatasi 100 orang per hari.


Braga Free Vehicle Akhir Pekan ini di Bandung, Begini Tata Tertib Pengunjung dan Lokasi Parkir

10 hari lalu

Sebagian ruas Jalan Braga dan Naripan ditutup, di Bandung, Jawa Barat, 29 Maret 2020. Penutupan sejumlah ruas jalan di Bandung ini sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus Corona. TEMPO/Prima Mulia
Braga Free Vehicle Akhir Pekan ini di Bandung, Begini Tata Tertib Pengunjung dan Lokasi Parkir

Pengunjung atau wisatawan di jalan legendaris di Kota Bandung itu hanya bisa berjalan kaki karena kendaraan dilarang melintas serta parkir.


Rencana Jalan Braga Bandung Bebas Kendaraan saat Akhir Pekan Dibayangi Masalah

10 hari lalu

Gedung Majestic bekas bioskop di zaman Belanda di Jalan Braga pendek Kota Bandung. Foto: ANWAR SISWADI
Rencana Jalan Braga Bandung Bebas Kendaraan saat Akhir Pekan Dibayangi Masalah

Pemerintah Kota Bandung ingin menghidupkan kembali Jalan Braga yang menjadi ikon kota sebagai tujuan wisata.


Keunikan Stadion Siliwangi, Lokasi Konser Sheila on 7 di Bandung, Pernah jadi Markas Tim Sepak Bola Militer Belanda

18 hari lalu

Sheila on 7 saat tampil di Swara Prambanan di kawasan Candi Prambanan, 31 Desember 2023. Foto: Istimewa.
Keunikan Stadion Siliwangi, Lokasi Konser Sheila on 7 di Bandung, Pernah jadi Markas Tim Sepak Bola Militer Belanda

Di Bandung, Sheila on 7 akan mangung di Stadion Siliwangi. Awalnya stadion itu bernama lapangan SPARTA, markas tim sepak bola militer Hindia Belanda.


Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Apartemen Jardin Bandung yang Kabur ke Jakarta

28 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Apartemen Jardin Bandung yang Kabur ke Jakarta

Seorang wanita ditemukan tewas di Apartemen Jardin, Kota Bandung, diduga dibunuh pelanggannya


Rekomendasi 5 Tempat Wisata Air di Bandung untuk Menghabiskan Waktu Libur Lebaran

32 hari lalu

Sejumlah anak bermain di kolam sisa pembongkaran di Pemandian Tjihampelas, Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (14/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Rekomendasi 5 Tempat Wisata Air di Bandung untuk Menghabiskan Waktu Libur Lebaran

Salah satu aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga ketika masa libur lebaranadalah berenang.


Penumpang Terminal Leuwipanjang Bandung Naik 20 Persen Selama Arus Mudik Lebaran

37 hari lalu

Pemudik bersiap memasukkan barang bawaannya kedalam bagasi bus di Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 27 Maret 2024. Sebagian warga memilih untuk mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan dan lonjakan penumpang serta tingginya harga tiket saat puncak arus mudik Lebaran 2024. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Penumpang Terminal Leuwipanjang Bandung Naik 20 Persen Selama Arus Mudik Lebaran

Kepala Terminal Leuwipanjang Kota Bdung Asep Hidayat mengatakan, kenaikan jumlah penumpang di arus mudik Lebaran terpantau sejak H-7.


Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Bandung, Pakar ITB: Akibat Habitat Rusak dan Perburuan

11 Maret 2024

Kawanan monyet ekor panjang yang memasuki kawasan permukiman di Kota Bandung. Cuplikan video netizen
Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Bandung, Pakar ITB: Akibat Habitat Rusak dan Perburuan

Pakar ITB menengarai kemunculan monyet ekor panjang di Bandung akibat kerusakan habitat asli. Populasi mamalia itu juga tergerus karena perburuan.


Serba-serbi Monyet Ekor Panjang, Mengapa Bertindak Agresif ke Manusia?

4 Maret 2024

Monyet ekor panjang (macaca Fascicularis) berinteraksi dengan pengunjung di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Minggu, 18 Februari 2024. ANTARA/Budi Candra Setya
Serba-serbi Monyet Ekor Panjang, Mengapa Bertindak Agresif ke Manusia?

Macaca Fascicularis atau di Indonesia lebih dikenal monyet ekor panjang kerap bertindak agresif pada manusia, apa sebabnya?


Kawanan Monyet Ekor Panjang Masuk Pemukiman Warga Kota Bandung, Pertanda Apa?

3 Maret 2024

Monyet ekor panjang (macaca Fascicularis) berinteraksi di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Minggu, 18 Februari 2024. Berdasarkan Internasional Union for Conservation Nature (IUCN) Monyet ekor panjang mengalami perubahan status dari rentan (vunerable) menjadi terancam punah (endangered) yang diprediksi populasinya akan menurun hingga 40 persen dalam tiga generasi terakhir atau sekitar 42 tahun akibat habitat yang mulai hilang serta perdagangan ilegal. ANTARA/Budi Candra Setya
Kawanan Monyet Ekor Panjang Masuk Pemukiman Warga Kota Bandung, Pertanda Apa?

Monyet turun gunung, termasuk monyet ekor panjang ini disebut-sebut menjadi pertanda akan terjadi suatu peristiwa, apa itu?