Sebelum Terbang, Teknisi Trigana Kirim Pesan ke Keluarga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ATR 42-300 pesawat milik Trigana Air yang jatuh di Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua, pada 16 Agustus 2015. Pesawat rancangan biro desain Perancis-Italia, Aerei da Trasporto Regionale atau Avions De Transport Regional (ATR), yang bermarkas di Toulouse, Prancis. Pesawat ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1996, dan terhitung sebagai pesawat yang sangat canggih karena sudah menggunakan mesin baling-baling twin-turboprop. atraircraft.com

    ATR 42-300 pesawat milik Trigana Air yang jatuh di Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua, pada 16 Agustus 2015. Pesawat rancangan biro desain Perancis-Italia, Aerei da Trasporto Regionale atau Avions De Transport Regional (ATR), yang bermarkas di Toulouse, Prancis. Pesawat ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1996, dan terhitung sebagai pesawat yang sangat canggih karena sudah menggunakan mesin baling-baling twin-turboprop. atraircraft.com

    TEMPO.CO, Depok - Mario Rheso Buntoro, 36 tahun, teknisi pesawat Trigana Air yang mengalami kecelakaan Ahad kemarin sempat mengirim pesan pada keluarganya sebelum pesawat terbang. Pesawat yang ditumpangi Rheso hancur menabrak tebing di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Ahad kemarin.

    Hal itu diungkapkan Ahmad Zakaria, 30 tahun, adik ipar Mario saat ditemui di Perumahan Griya 8 Cinere, Meruyung, Limo, Depok, Selasa 18 Agustus 2015. Ahmad mengatakan bahwa keluarga sempat berkomunikasi dengan menelpon dan berkirim pesan melalui aplikasi Whatsapp pada pukul 14.00 WIT sebelum pesawat mengudara.

    Ahmad mengatakan mendapatkan kabar hilang kontak pesawat Trigana Air, yang ditumpangi kakak iparnya Minggu kemarin pukul 15.00 WIB, beberapa jam setelah Mario menelpon. "Pihak Trigana yang langsung memberi kabar pesawat hilang kontak," kata Ahmad.

    Jenazah Mario, kata dia, akan dibawa ke Jakarta, hari ini. Namun, karena cuaca di Papua tidak memungkinkan, pemulangan jenazah ditunda besok."Perkiraan besok pagi sudah bisa dibawa pulang," ujarnya.

    Ia melihat kakak iparnya sebagai sosok yang penyayang. Pihak keluarga, kata dia, sudah jauh lebih tenang begitu mendengar kabar bahwa pesawat sudah ditemukan. "Lebih khawatir saat sebelum pesawat belum ditemukan. Keluarga cemas menunggu kabar saat itu," ujarnya.

    Seperti diketahui, pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil hilang Ahad sore lalu. Pesawat take off dari Bandara Sentani, Jayapura. Berangkat pukul 14.22 WIT dan diperkirakan tiba di Oksibil pada pukul 15.04 WIT. Namun, pesawat kehilangan dengan Menara Oksibil pada pukul 14.55 WIT.  

    Pesawat itu membawa 49 orang penumpang terdiri atas 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dan dua orang bayi. Terdapat lima orang kru dalam pesawat Trigana Air IL-257, yaitu pilot capt Hasanudin, flight officer Ariadin F, pramugari Ika N dan Dita A, teknisi Mario.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.