Kisah Empat Korban Musibah Trigana Asal Muna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trigana Air. AP

    Trigana Air. AP

    TEMPO.CO, Kendari -Tak ada yang menyangka La Boni mengalami peristiwa tragis. Warga Muna ini hendak menghabiskan libur Hari Kemerdekaan ke kampung halamannya di desa Langkumapo. Waktu tiga hari cukup untuk menghapus rindunya kepada kedua orang tuanya. La Boni tinggal bersama saudaranya di Papua. Ia sendiri tengah kuliah.

    Menjelang libur, pria berusia 23 tahun itu memutuskan berangkat dari Serui menggunakan Pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 PK YRN nomor penerbangan IL 267. Pesawat ini terbang dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Pesawat ini hilang kontak sejak pukul 14.21 WIT, Ahad, 16 Agustus 2015.  

    La Boni menjadi satu dari 54 penumpang korban musibah tersebut. Pesawat ini membawa 49 penumpang dan 5 kru dengan pilot Kapten Hasanudin. Dari daftar penumpang, empat dari korban musibah ini berasal dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Selain La Boni (23), mereka adalah Yusran (20), La Ode Musran (20) dari desa Langkumapo, Kecamatan Napabalano dan Wa Ode Suriani, warga Kelurahan Tampo.

    "Ketiganya warga desa Langkumapo, bahkan mereka masih kerabat saya," ujar Abdul Ahaddin, Kepala desa Langkumapo ketika ditelepon Senin siang. Mereka belum lama berada di Papua. 

    Laode Yusran baru saja lulus SMA tahun lalu, remaja ini berpamitan dari kampungnya ke Papua ingin mengadu nasib bergabung dalam pasukan TNI di Jayapura. Adapun Musran bekerja sebagai tukang ojek di Oxibil.

    Wa Ode Suriana juga warga asli Muna yang sudah lama berada di Papua. Ia hendak mengunjungi kerabatnya di Oksibil. "Dia - Wa Ode Suriana, memang warga Tampo," ujar Ari, Lurah Tampo.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo prihatin atas musibah yang menimpa Trigana Air. Sampai hari ini Presiden selalu meminta laporan dari tim di lapangan untuk segera menyelidiki penyebab hilangnya pesawat itu.

    "Beliau prihatin dan tadi malam, kami semua concern terhadap hal tersebut. Dengan demikian ini menjadi catatan bagi kami semua," kata Pramono di Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2015. "Sampai hari ini kan kami sedang menunggu laporan. Dan Presiden juga sudah dari kemarin menugaskan Menteri Perhubungan untuk melacak, memantau danmengumpulkan data untuk tahu bagimana kejadian sebenarnya."

    Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat Trigana Air rute Jayapura-Oksibil yang dikabarkan hilang sejak sore tadi, sudah ditemukan. Pesawat menabrak Gunung Tangok di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    REZA ADITYA | ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.