Seribuan Pendaki Rayakan HUT Kemerdekaan di Gunung Marapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Marapi di Sumatera Barat, (1/11). ANTARA/Arif Pribadi

    Gunung Marapi di Sumatera Barat, (1/11). ANTARA/Arif Pribadi

    TEMPO.COPadang - Gunung Marapi menjadi salah satu tujuan pendaki untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Hingga kemarin malam, 15 Agustus 2015, sudah ada seribuan pendaki yang mendatangi gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, itu.

    "Hingga kemarin malam, sudah ada seribuan yang mendaki," ujar Koordinator Pasanggarahan Bung Hatta Gunung Marapi, Irfan, Ahad, 16 Agustus 2015. Menurut dia, peningkatan pendakian gunung ini terjadi sejak Jumat. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Sumatera Barat, seperti Riau. 

    Irfan mengatakan, untuk keselamatan pendaki, petugas mendata mereka di posko pintu masuk. Ada juga sejumlah relawan dari pencinta alam yang ikut mengamankan dengan mendirikan posko-posko di beberapa titik hingga mendekati puncak.

    Petugas juga memperingatkan pendaki untuk tidak mendekati kawah. "Radius 30 meter dari kawah tak boleh ada aktivitas," katanya. Petugas menyarankan, jika cuaca ekstrem, pendaki jangan melanjutkan pendakian.

    Irfan mengaku belum ada informasi larangan untuk mendaki, termasuk tidak boleh beraktivitas pada radius 3 kilometer dari puncak. Padahal petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Hartanto, mengatakan Marapi masih berstatus waspada. Masyarakat diminta untuk tidak mendaki hingga ke puncak. "Tidak ada kegiatan manusia pada radius 3 kilometer," tuturnya. 

    Malah, kata Hartanto, aktivitas Marapi mengalami peningkatan sejak April. Ini dibuktikan dengan terjadinya beberapa gempa dan erupsi.

    Status waspada Marapi ditetapkan sejak Agustus 2011 melalui surat rekomendasi Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bernomor 1385/45/BGL.V/2011 tertanggal 3 Agustus 2011 tentang peningkatan status Gunung Marapi dari status normal (level I) menjadi waspada (level II). Hingga kini, status itu belum dicabut.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Datar, Mukhlis, mengatakan tidak ada larangan untuk mendaki Marapi. "Tidak ada. Makanya kita tidak melarang," ucapnya. 

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.