Sidang Bersama DPR-DPD: Jokowi: Kita Sedang Perang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kiri) mengantar kepergian Presiden Jokowi jelang kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Rakyat Cina di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    Wapres Jusuf Kalla (kiri) mengantar kepergian Presiden Jokowi jelang kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Rakyat Cina di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan warga Indonesia harus menyadari bahwa saat ini sejatinya sedang perang. Bukan perang fisik seperti yang dilakukan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan, tetapi perang untuk memenangi perdamaian, kesejahteraan, dan kehidupan rakyat yang bahagia. 

    "Kemenangan perang untuk memuliakan rakyat tersebut hanya akan terwujud kalau seluruh elemen dalam negara kesatuan Republik Indonesia, khususnya lembaga-lembaga negara, bersatu padu dan tidak terjebak pada ego masing-masing," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan menyambut hari ulang tahun ke-70 Republik Indonesia di komplek DPR, Senayan, pagi ini, 14 Agustus 2015.

    Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan. "Trisakti harus menjadi strategi utama dalam membendung upaya-upaya bangsa lain untuk merongrong kedaulatan, kesejahteraan, dan karakter bangsa Indonesia," ujar Jokowi. 

    Melihat modal sosial dan ekonomi yang dimiliki, Jokowi mengatakan peluang Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera sebenarnya terbuka lebar. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar dan kreatif, kelas menengah yang semakin besar, sistem politik yang demokratis, masyarakat muslim yang moderat, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 di dunia dengan Pendapatan Produk Domestik Bruto sekitar Rp 10 ribu triliun rupiah.

    "Dengan kerja keras, optimisme, dan mengubah sikap konsumtif menjadi produktif, kita akan bermartabat di antara bangsa-bangsa di dunia," Jokowi menegaskan.

    Percepatan untuk menjadi negara adil dan makmur dapat tercapai dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia dan ditentukan oleh kinerja dan kekompakan lembaga-lembaga negara. Kekompakan tersebut juga akan memperkuat sistem presidensial sehingga pemerintahan menjadi stabil.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.