Begini Gaya Blusukan Ridwan Kamil, Keruk Sampah di Sungai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali melakukan aksi. Kali ini orang nomor satu di Kota Bandung ini mengayuh sepeda birunya ke wilayah Kecamatan Buahbatu. Saat pria berkacamata ini melintasi sungai Cicadas Baru, laju sepedanya dihentikan. Melihat sampah yang menumpuk di sungai itu, secara spontan Emil (sapaan Ridwan) langsung mengerenyitkan dahi dan alis. Selain penuh sampah, air sungai itu berwarna hitam pekat serta berbau tak sedap.

    "Ini memang enggak bisa dikeruk sampahnya? Pak Camat dengan Koramilnya keruk sungai, dong," pinta Emil kepada Camat Buahbatu Hendrawan Setia Wiwaha di sela blusukan, Jumat, 7 Agustus 2015.

    Permintaan Emil disanggupi Hendrawan yang ikut mengawal sang Wali Kota. "Siap, Pak, besok dikeruk," ujar Camat.

    Emil pun meminta hasil pengerukan sampah di sungai diabadikan lewat foto dan dilaporkan via Twitter.

    Kemudian aksi ini dilanjutkan dengan berjalan menyusuri sungai hingga ke ujung yang langsung berhadapan dengan Tol Buahbatu. Lagi-lagi Ridwan Kamil kaget lantaran menjumpai tumpukan sampah yang lebih banyak hingga menutupi seluruh permukaan sungai.

    Usai memantau tumpukan sampah itu, Ridwan Kamil langsung mengumpulkan kepala dinas dan pejabat kewilayahan. Mereka menggelar rapat singkat di masjid milik warga setempat terkait rencana pembersihan sungai.

    "Besok mulai dibersihkan tim katak dari DBMP. Mereka akan mengeruk sungai, sehingga ketika memasuki musim penghujan sudah bersih dan tidak terjadi banjir," ujar Emil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.