Menteri Nasir: Kasus Mobil Listrik Bukan Kegagalan Teknologi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik PT. Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi menjawab pertanyaan penyidik Kejaksaan Agung saat dilakukan penyitaan sejumlah mobil listrik di pabrik perakitan PT. Sarimas Ahmadi Pratama, Jatimulya, Depok, 23 Juni 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pemilik PT. Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi menjawab pertanyaan penyidik Kejaksaan Agung saat dilakukan penyitaan sejumlah mobil listrik di pabrik perakitan PT. Sarimas Ahmadi Pratama, Jatimulya, Depok, 23 Juni 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan kasus hukum yang menimpa penemu mobil listrik, Dasep Ahmadi, tidak tepat disebut sebagai kegagalan teknologi. Ia berpendapat bahwa Dasep digugat karena menyalahi kontrak kerja.

    "Bukan penemu mobil listrik digugat, tapi Dasep Ahmadi itu melakukan proses kontrak yang tidak sesuai dengan pemberi kerja," kata Menteri Nasir saat ditemui setelah acara “Forum Nasional: Inventor-Inovator-Investor 2015”, Rabu, 5 Agustus 2015.

    Dasep ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil listrik, Selasa, 28 Juli 2015. Ia dianggap mengingkari kontrak kerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara selaku inisiator proyek. 

    Nasir mengatakan, dari pengadaan 16 mobil listrik yang harusnya digunakan untuk KTT APEC 2013 Bali, hanya setengah yang berhasil disediakan dalam batas waktu yang ditentukan. "Mobilnya sudah ada, kami sudah uji coba, sudah dikendarai. Tapi ini bukan kegagalan dalam teknologi, ini pengadaan jasanya yang diperkarakan," ujar Nasir.

    NIBRAS NADA NAILUFAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.