Usai Lebaran Ketupat Jadi Puncak Arus Balik di Tanjung Perak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik berjalan menuju pintu keluar, seusai turun dari KM Leuser di Pelabuhan Tanjung Perak. Surabaya, 6 Juli 2015. FULLY SYAFI

    Sejumlah pemudik berjalan menuju pintu keluar, seusai turun dari KM Leuser di Pelabuhan Tanjung Perak. Surabaya, 6 Juli 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya – Puncak arus balik mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran. Tepatnya, usai masyarakat merayakan tradisi Lebaran Ketupat.

    "Pada momentum itu, kami perkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang kapal laut," kata Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto melalui keterangan tertulis, Jumat 24 Juli 2015.

    Edi mengungkapkan, pada H+7 atau Sabtu 25 Juli 2015 terdapat tiga jadwal keberangkatan kapal milik PT Pelni. Di antaranya ialah KM Dorolonda tujuan Balikpapan dengan kapasitas 2.170 orang dan KM Binaiya tujuan Sampit dengan kapasitas 1.518 orang.

    "Ada juga keberangkatan kapal KM Sinabung tujuan Makassar, Bau-Bau, Ambon, Ternate, dan Bitung dengan kapasitas mencapai 2.528 penumpang," kata Edi. Beberapa kapal milik perusahaan swasta dijadwalkan berangkat pada hari yang sama.

    Edi menambahkan, total jumlah penumpang kapal laut yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat 5 persen dibandingkan tahun 2014. "Pada musim mudik Lebaran tahun lalu, kami catat ada 151.114 penumpang melalui Tanjung Perak," katanya.

    Berdasarkan catatan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, sejak H-5 Lebaran telah terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 3 persen. Pada 2014, sebanyak 70.835 orang turun di Tanjung Perak, lebih banyak dibandingkan tahun 2015 sebesar 72.962 orang.

    Sementara itu, untuk arus balik tercatat penurunan sebesar 21 persen dibandingkan tahun 2014. Pada H+5 tahun sebelumnya, pemudik yang balik sebanyak 21.400 orang, menurun menjadi 25.798 orang penumpang tahun ini.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.