Angkutan Gratis Sepeda Motor dengan Kereta Sepi Peminat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik berkendaraan sepeda motor melintasi kawasan Simpang Jomin, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, 16 Juli 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pemudik berkendaraan sepeda motor melintasi kawasan Simpang Jomin, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, 16 Juli 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Pekalongan - Pengiriman sepeda motor gratis ke Jakarta menggunakan kereta api dilayani mulai hari ini, 21 Juli 2015, hingga, Sabtu, 25 Juli 2015, sepi peminat. Di Stasiun Pekalongan tercatat hanya sekitar 25 unit yang diangkut dari kuota sebanyak 120 sepeda motor.

    Kepala Stasiun Kereta Api Pekalongan Yudi Prasetyo mengatakan, pada hari pertama rata-rata sepeda motor yang dikirim merupakan yang datang dari Jakarta pada arus mudik kemarin. "Jumlahnya kurang-lebih sama,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2015. 

    Untuk dapat mengirimkan sepeda motor secara gratis pemilik motor harus mendaftar di loket pengiriman yang disediakan di stasiun. Syaratnya adalah menyerahkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang masih berlaku, kartu tanda penduduk (KTP), dan surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku. 

    Yudi mengatakan, pemilik motor bisa mendaftar dan langsung membawa sepeda motornya ke stasiun. “Yang mau mengirimkan motornya bisa langsung mendaftar. Keretanya berangkat dari Pekalongan pukul 13.00 WIB,” katanya.

    Fauzi, seorang pemudik dari Pekalongan yang akan kembali ke Jakarta mengatakan memilih menaiki sepeda motornya karena tidak mendapat tiket kereta api. “Kuota sepeda motor masih ada, tapi kuota kereta untuk penumpang sudah habis. Ya motornya sampai Jakarta, orangnya tidak,” katanya.

    Alasan berbeda diungkapkan oleh seorang pemudik dari Semarang yang sedang beristirahat di Pekalongan. Lelaki yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku STNK sepeda motornya sudah mati, padahal salah satu syarat untuk mendaftar angkutan motor gratis adalah fotokopi STNK yang masih berlaku. “Pajak tahun ini belum saya bayar, makanya dari pada urusannya panjang saya naiki saja motornya,” katanya.

    VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.