Perpres Struktur Wakil Panglima Belum Juga Rampung, Ini Alasan Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto memberikan keterangan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, 15 Januari 2015. Andi mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan opsi yang akan diambil atas Budi Gunawan pada malam ini. Tempo/Aditia Noviansyah

    Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto memberikan keterangan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, 15 Januari 2015. Andi mengatakan Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan opsi yang akan diambil atas Budi Gunawan pada malam ini. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta:-Peraturan Presiden tentang struktur organisasi Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini belum juga rampung. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan ada beberapa alasan molornya beleid tersebut.

    "Salah satunya Permintaan dari Kementerian Pertahanan untuk melakukan lintas koordinasi antarkementerian, jadi saya meneruskan permintaan itu ke kementerian terkait supaya melaakukan koordinasi dulu," kata Andi, di Istana Negara, Rabu, 15 Juli 2015.

    Kementerian Pertahanan, kata Andi, meminta substansi organisasi struktur Wakil Panglima TNI lebih didetilkan. Untuk didetilkan itu, kata dia, butuh masukan dan koordinasi antarkementerian terkait. Koordinasi itu hingga kini belum sepenuhnya dilakukan.

    "Salah satunya terkait dengan unsur tentang struktur organisasi secara keseluruhan, tentang konsekuensi adanya Wakil Panglima dengan kaitannya dengan UU TNI juga, serta akan masuk tongkat komando gabungan," ujarnya.

    Sekretariat Kabinet, kata Andi, saat ini sedang meminta percepatan kepada Kementerian Pertahanan untuk segera menginisiasi koordinasi lintas kementerian itu. Tujuannnya, agar Perpres tentang struktur organisasi Wakil Panglima dapat segera diteken.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.