Menteri Khofifah Bakal Gelar Open House 24 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan) di sela penyerahan dana talangan kepada korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, 14 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan) di sela penyerahan dana talangan kepada korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, 14 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menggelar dua kali open house Lebaran tahun ini. Open house pertama dilakukan di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, sedangkan yang kedua akan dilakukan di tempat asal Khofifah, yakni Surabaya.

    Di Surabaya, Khofifah bakal membuka pintu rumahnya selama 24 jam bagi masyarakat. "Di kampung, tamu biasanya tidak berhenti datang. Biasanya 24 jam datang terus, jadi sekuat-kuatnya saya menerima tamu," kata Khofifah setelah menghadiri open house Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jumat, 17 Juli 2015.

    Khofifah mengatakan tamu yang datang bukan hanya pejabat tinggi, tapi juga masyarakat yang memang setiap kali Lebaran bertamu ke rumahnya. "Saya kan sebelum menjadi menteri juga sudah ikut beberapa komunitas. Pasti mereka akan datang," katanya. Tamu yang akan datang, kata dia, termasuk korban semburan lumpur Lapindo.

    Menu yang disajikan selama open house, kata dia, yakni opor ayam. Khofifah mengatakan selalu memasak opor ayam dalam setiap Lebaran. "Tradisinya ya opor ayam, ketupat," katanya. Khofifah mengaku memasak sendiri menu yang disajikan di rumahnya saat Lebaran. 

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.