Tiga Hakim yang Diduga Terima Suap Tiba di Gedung KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima tangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di kantor gedung lembaga antirasuah pada pukul 00.00 WIB, Jumat, 10 Juli 2015. Mereka adalah Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Tripeni Irianto Putro beserta dua anggotanya: Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, serta panitera Syamsir Yusfan dan pengacara dari kantor advokat Otto Cornelis Kaligis, Gerry atau M. Yagari Bhastara.

    Kelimanya dicokok tim penyidik KPK saat transaksi suap di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan pukul 11.00, Kamis, 9 Juli 2015. Geri diduga mengantarkan duit suap itu. Saat tiba di gedung KPK, kelima orang itu tetap bungkam ketika dicecar wartawan. Mereka satu per satu masuk lobi didampingi penyidik. Kolega Gerry dari kantor advokat OC Kaligis sudah menanti di lobi gedung KPK.

    Saat Gerry hendak masuk ke pintu lapis kedua, 14 koleganya menghalang-halangi. Namun, penyidik menghalaunya sehingga sempat terjadi sedikit kericuhan. Bersitegang antara penyidik, satpam KPK, dan pengacara itu mereda saat wartawan ikut masuk ke lobi. Hingga pukul 00.30 WIB, ke-14 kolega Gerry masih menunggu di lobi gedung komisi antirasuah. Mereka belum diperbolehkan masuk menemui Gerry.

    Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan penyidik mengamankan duit ribuan dolar Amerika Serikat dari ruangan Tripeni. Dia menduga duit tersebut bukan pemberian pertama. "Dari informasi yang diperoleh, ini pemberian yang kedua atau ketiga," kata Johan. Dia belum tahu total duit yang diberikan kepada hakim tersebut. "Masih dihitung penyidik."

    Wakil Ketua PTUN Medan Herman Baeha mengatakan ketiga koleganya itu sedang menangani gugatan yang dilayangkan bekas Kepala Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Fuad Lubis atas surat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara perihal permintaan keterangan sebagai tersangka. Fuad tidak terima karena dalam surat itu dinyatakan berstatus tersangka penyalahgunaan dana bantuan sosial Sumatera Utara tahun 2012-2014. Fuad lalu menunjuk tim kuasa hukum dari kantor advokat O.C. Kaligis. Geri menjadi salah satu kuasa hukumnya.

    Dalam sidang putusan pada Selasa, 7 Juli 2015, hakim ketua yang dipimpin Tripeni dan dua hakim anggota, Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, mengabulkan sebagian permohonan Fuad. "Dalam putusannya, hakim menyatakan permintaan keterangan oleh Jaksa kepada Fuad Lubis ada unsur penyalahgunaan wewenang," kata Herman.

    Kaligis membenarkan Geri adalah anak buahnya. Namun, dia mengklaim tak pernah memerintahkan Geri menyuap Tripeni dan dua hakim lainnya. "Tolong dibuat clear. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di Medan," kata Kaligis. Menurut dia, Geri hanya satu dari 89 pengacara yang menjadi anak buahnya.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.