Risma Dideklarasikan, Koalisi Majapahit Terancam Tak Usung Calon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini  berbincang dengan relawan Saya Perempuan Anti Korupsi, saat penyerahan 1000 lembar permainan Semai. Surabaya, 8 Juli 2015. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berbincang dengan relawan Saya Perempuan Anti Korupsi, saat penyerahan 1000 lembar permainan Semai. Surabaya, 8 Juli 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO , Surabaya - Koalisi Majapahit, yang terdiri atas enam partai politik (Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, dan PAN), terancam tidak akan mengusung calon dalam pemilihan kepala daerah karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kembali mengusung calon inkumben, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, yang popularitasnya masih sangat tinggi. 

    “Jadi, kami juga mencari pasangan bakal calon yang memiliki kompetensi lebih baik dari wali kota sebelumnya (Risma),” kata Ketua Kelompok Kerja Koalisi Majapahit, A.H. Tony, kepada Tempo, Rabu, 8 Juli 2015.

    Menurut Tony, kompetisi ini diciptakan untuk mencari calon wali kota yang lebih baik. Untuk itu, koalisi  membentuk tim khusus untuk melakukan seleksi secara kompetitif terhadap calon-calon yang telah mendaftarkan diri di masing-masing partai untuk selanjutnya dimusyawarahkan di ranah koalisi. 

    Tony menambahkan, jika  nantinya ditemukan bakal calon yang memiliki kompetensi  bagus, calon itulah yang akan dipilih. Namun, apabila tidak ditemukan calon ideal itu, Koalisi Majapahit tidak akan memaksakan diri untuk mengusung pasangan bakal calon. 

    “Tentunya, kami akan terus mencarinya, meskipun kami harus poso (puasa) sampai tahun 2017,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.