Validasi Berlanjut, Korban Lapindo Diminta Bersabar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monumen tragedi lumpur Lapindo yang terpasang, di titik tanggul 21 Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang, tragedi meluapnya lumpur dari pusat tambang milik PT. Minarak Lapindo. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Monumen tragedi lumpur Lapindo yang terpasang, di titik tanggul 21 Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang, tragedi meluapnya lumpur dari pusat tambang milik PT. Minarak Lapindo. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) meminta korban lumpur Lapindo yang sudah dipanggil untuk validasi berkas ganti rugi bersabar menunggu proses pencairan.

    BPLS menyatakan sampai saat ini pencairan belum bisa dilakukan karena masih menunggu penandatanganan kontrak perjanjian dana pinjaman ganti rugi sebesar Rp 827 miliar antara PT Minarak Lapindo Jaya dengan pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan.

    "Setiap mereka selesai melakukan validasi, kami selalu mengatakan seperti itu," kata Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo kepada Tempo di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Senin, 6 Juli 2015.

    Setelah validasi, warga akan kembali dipanggil untuk menandatangani berkas nominasi sebelum berkas itu diajukan ke kantor perbendaharaan negara di Jakarta.

    Sejak pertama memvalidasi pada 26 Juni 2015, BPLS belum memanggil satu pun warga untuk menandatangani berkas nominasi. Berkas yang sudah divalidasi sampai saat ini sekitar 600 berkas dari total 3.337 berkas.

    Suhartini, 48 tahun, korban lumpur dari Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, yang sudah memvalidasi berkas, berharap pencairan ganti rugi korban lumpur sebelum Lebaran. "Sudah lama menunggu hingga sembilan tahun."

    Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) Andi Darussalam Tabussala menegaskan dalam pekan ini pihaknya akan menandatangani kontrak perjanjian dana pinjaman ganti rugi korban Lapindo. "Insya Allah kalau tidak Selasa atau Rabu akan tanda tangan," kata Darussalam saat bertemu perwakilan warga, kepala desa, dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) di Sidoarjo, Ahad, 5 Juli 2015.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.