Hotman Paris: Keluarga Miskin yang Dilawan Hotma Sitompoel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum PT Ayunda Prima Mitra, Hotman Paris Hutapea memberi keterangan pers soal gugatan PT Ayunda Prima Mitra kepada Astro All Asia Network di kantornya, Jakarta, Rabu (10/9). TEMPO/Yosep Arkian

    Kuasa hukum PT Ayunda Prima Mitra, Hotman Paris Hutapea memberi keterangan pers soal gugatan PT Ayunda Prima Mitra kepada Astro All Asia Network di kantornya, Jakarta, Rabu (10/9). TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Agustinus Tai Hamdani, Hotman Paris Hutapea, menuturkan kasus Angeline yang melibatkan kliennya tidak lebih dari perang antara pembantu dengan majikan. Sebab, Agus berasal dari kalangan ekonomi bawah sehingga mudah ditekan majikannya, Margriet Christina Megawe.

    Menurut Hotman, Agus memang berasal dari keluarga miskin di daerah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. "Ini bukan perang polisi, juga bukan perang antara pengacara, tapi ini perang antara majikan dengan pembantu," kata Hotman saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat malam, 3 Juli 2015.

    Baca juga: Hotman Paris Ungkap Perilaku Janggal Putri Margriet 

    Saat bertemu dengan ibu Agustinus, Hotman mengatakan saat itu ibunya tidak mengetahui siapa diri Hotman sesungguhnya. "Dia tidak pernah tahu siapa Hotman Paris karena tidak ada televisi di rumahnya. Butuh waktu tiga jam ke kecamatan supaya bisa menonton televisi," kata Hotman Paris.

    Hotman menyindir pengacara Margriet, Hotma Sitompoel. "Keluarga lemah ini yang habis-habisan dilawan seorang pengacara terkenal di Jakarta," kata dia. Hotman melanjutkan, "Keluarga yang tinggal di desa terpencil yang untuk menonton saja susah inilah yang dilawan oleh Hotma Sitompul."

    Ia meminta Komisi Yudisial untuk mengawasi seluruh proses yang ada. "Sebab, butuh ada pengadilan yang fair untuk mengawal substansinya," ucap Hotman. Sebab, dia mengulang ucapannya, dalam kasus ini yang bertarung bukan penyidik, melainkan majikan yang dibela pengacara terkenal.

    Simak juga : Kasus Angeline, Tiga Hal yang Pantas Dituduhkan ke Margrie

    Hotman berharap permohonan praperadilan yang diajukan Margriet ditolak oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Sebabnya, jika praperadilan ditolak maka Agus dilepaskan statusnya dari tersangka utama. "Jangan sampai Agus dijadikan tersangka utama. Saya rasa ini keinginan mayoritas penduduk Indonesia."

    Kepolisian Daerah Bali menjerat Margriet dengan pasal pembunuhan berencana, pasal pembunuhan dengan sengaja, dan pasal penelantaran anak di balik kematian Angeline, anak angkatnya. Angeline dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, tetapi ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015.

    Jasad bocah berusia delapan tahun itu dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di dalam rumah Margriet, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. Hasil otopsi terhadap jenazah Angeline menunjukkan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya, termasuk luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali di leher bocah itu.

    DINI PRAMITA

    Berita Menarik
    Inilah Kisah Bocah yang Diduga Dianiaya, Digergaji Ibunya
    Mulai Agustus, WNI ke Luar Negeri Wajib Daftar Online
    Bangga Siksa Kucing, Karyawan Bank di Sidoarjo Dibuatkan Petisi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.