TNI : Ada Tujuh Korban Hercules Selain Penumpang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto almarhum Peltu Ibnu Kohar, di Desa Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juli 2015. salah satu korban pesawat Hercules yang jatuhdi Medan. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Foto almarhum Peltu Ibnu Kohar, di Desa Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juli 2015. salah satu korban pesawat Hercules yang jatuhdi Medan. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan ada tujuh korban tewas yang bukan termasuk dalam daftar penumpang Hercules A-1310. Artinya, tujuh korban ini merupakan warga sekitar Jalan Jamin Ginting, Medan, yang tertimpa pesawat naas itu.

    "Kami mewawancarai orang sekitar dan mencari data, ada tujuh orang yang tidak ada. Kemungkinan mereka menjadi korban di darat," kata Dwi usai upacara serah terima jenazah di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu, 1 Juli 2015.

    Hingga saat ini, kata Dwi, tim evakuasi berhasil mengevakuasi 142 kantung jenazah. Sebanyak 91 jenazah di antaranya ditemukan utuh, dan sisa kantung lainnya berisi potongan tubuh. Sedangkan dari 91 jenazah itu, 44 di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan mulai dipulangkan ke keluarga masing-masing secara bertahap.

    Pesawat naas itu membawa 122 penumpang dan jatuh pada Selasa siang lalu setelah sempat lepas landas selama dua menit dari Bandara Soewondo, Medan. Pesawat menimpa sejumlah bangunan dan toko, termasuk panti pijat BS Oukop. Pesawat itu terbang awal dari bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, dan membawa sejumlah prajurit yang akan berganti tugas di perbatasan.

    Dwi mengatakan evakuasi jenazah telah selesai dilakukan. Tim di lokasi kejadian saat ini fokus mengevakuasi puing-puing pesawat. "Mudah-mudahan malam ini clear," kata dia.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.