Para Pemuda Kupang Desak Margriet Dihukum Seumur Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kanan) dan Christina Telly Megawe usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. Yvonne dan Christina akan diperiksa pada esok hari sebagai saksi atas dugaan kasus penelataran anak, yaitu Angeline, oleh ibu kandungnya, Margriet. TEMPO/Johannes P. Christo

    Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kanan) dan Christina Telly Megawe usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. Yvonne dan Christina akan diperiksa pada esok hari sebagai saksi atas dugaan kasus penelataran anak, yaitu Angeline, oleh ibu kandungnya, Margriet. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO , Kupang:Puluhan pemuda di Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendesak aparat kepolisian memberikan hukuman seumur hidup bagi Margriet Christina Megawe, ibu angkat Angeline, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Angeline.

    "Kami mendesak agar ibu angkat Angeline dihukum seumur hidup," kata koordinator pemuda di Kupang, Novana Fuah, saat menggelar aksi protes bersama dan pembakaran 1000 lilin untuk mengenang mendiang Angeline di Kupang, Senin, 29 Juni 2015 tengah malam.

    Doa bersama untuk Angeline digelar di Jalan El Tari Kupang tepatnya di depan rumah jabatan Gubernur NTT yang diikuti puluhan pemuda yang tergabung dalam kelompok S.V.D.

    Aksi ini mendapatkan perhatian dari pengguna jalan yang melintas. Bahkan, aparat kepolisian yang berjaga juga bergabung untuk membakar lilin untuk mengenang kematian bocah delapan tahun itu.

    Pemuda juga memajang foto Angeline di sebuah baliho berukuran sedang yang dibentangkan di trotoar jalan protokol di Kota Kupang.

    Menurut Novana, aksi yang dilakukan ini merupakan ungkapan solidaritas bagi Angeline agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi. "Kami mau menyerukan kepada semua orang untuk menghentikan kekerasan terhadap anak," kata Novana.

    Novana juga berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan Angeline dan memberikan hukuma yang setimpal. "Margriet yang menjadi pelaku dan otak pembunuhan Angeline harus dihukum seumur hidup," ujar Novana.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.