Mumpung Lebaran, Daerah Ini Perbanyak Pos Pungutan Retribusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan nama Gua Pindul, di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, 22 Maret 2013. TEMPO/Suryo Wibowo

    Papan nama Gua Pindul, di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, 22 Maret 2013. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkuidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan tujuh pos pemungutan retribusi baru guna menertibkan dan menjaga pemasukan pajak retribusi wisata agar tak bocor seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Pos retribusi itu kebanyakan dibangun di kawasan Desa Wisata Gua Pindul yang berada di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo yang totoal pos retribusinya kini ada empat portal. Untuk empat protal di Pindul dibangun di beberapa akses jalur masuk. Baik di Karangmojo, ataupun dari jalur Kecamatan Semin dan Wonosari.

    Sedangkan tiga sisanya disebar untuk menjaga kawasan pantai seperti area Wediombo, Sundak, dan Pok Tunggal. Termasuk pos retribusi di jalur jalan lingkar selatan yang sedang dibangun.

    "Pindul jadi prioritas pembangunan pos retribusi ini karen obyek di dalamnya ada sembilan," ujar Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Hari Sukmono, Minggu 28 Juni 2015.

    Wisatawan pun diminta tak kaget jika saat libur panjang lebaran nanti kendaraan umum atau pribadi yang mereka tumpangi tiba-tiba dihentikan petugas retribusi Pindul dan diwajibkan membayar Rp 10 ribu per kunjungan.

    Pos retribusi Pindul yang disediakan tanpa portal oleh pemerintah sebelumnya memang tak terlalu efektif untuk menarik pungutan bagi kendaraanwisata yang masuk area itu.

    Misalnya di jalur utama Kecamatan Karangmojo, pos retribusi hanya berupa meja kayu yang dijaga petugas di pinggir jalan. "Meskipun ada portal retribusi, kami tak utak-atik tarif yang ditetapkan pengelola wisata, tapi jangan kebangetan," ujar Hari.

    Hari menuturkan, pembangunan pos retribusi ini sebagai upaya menjaga potensi pendapatan asli daerah dari sektor wisata yang tahun ini ditarget menuingkat di atas Rp 2 miliar. Kawasan Gua Pindul termasuk wisata yang tengah jadi tujuan utama wisatawan dan selama ini  dikelola desa tanpa campur tangan pemerintah.

    Pengelola wisata Gua Pindul dari kelompok pengelola Dewa Bejo Desa Bejiharjo, Subagyo mengaku tak terganggu dengan pendirian pos retribusi kendaraan bagi wisatawan itu. "Asalkan memang demi kemajuan pembangunan ibnfrastruktur dan memajukan obyek wisata tak masalah," ujar Subagyo.

    Dia mengatakan, tarif yang diterapkan di Pindul juga tak akan berubah dengan adanya tambahan portal itu. Yakni Rp 35 ribu untuk satu paket wisata plus biaya pemandu. Pindul terkenal dengan wisata susur gua dan sungainya. "Hanya ada tambahan Rp 10 ribu bagi wisatawan, kami kira tak akan berpengaruh pada kunjungan," ujarnya.

    Subagyo menargetkan tahun ini puncak lebaran bisa menyumbang kunjungan wisatawan lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai 3500 wisatawan dalam sehari. "Kami sudah bersepakat tak menaikkan tarif, tetap sama pada hari biasa saat lebaran nanti," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.