Cegah MERS Mewabah, Kalla Bicara Cium Onta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan (kiri) mengevakuasi orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien Korea Selatan yang terinfeksi MERS di Lady MacLehose Holiday Village, Hong Kong, 29 Mei 2015. Otoritas kesehatan setempat mengatakan seorang pria turis asal Korea Selatan berusia 44 tahun positif terjangkit MERS. REUTERS/Tyrone Siu

    Petugas kesehatan (kiri) mengevakuasi orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien Korea Selatan yang terinfeksi MERS di Lady MacLehose Holiday Village, Hong Kong, 29 Mei 2015. Otoritas kesehatan setempat mengatakan seorang pria turis asal Korea Selatan berusia 44 tahun positif terjangkit MERS. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah terus mencegah Middle East respiratory syndrome (MERS) mewabah ke Indonesia, meski hingga kini belum ada warga Indonesia yang positif terserang flu Arab tersebut. Satu dari cara-cara yang ditempuh pemerintah adalah memberikan imunisasi bagi para calon jemaah haji dan umrah. 

    "Itu harus dilakukan bagi yang sudah punya visa haji," kata Kalla di kantornya, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015‎. 

    Selain pencegahan, ada imbauan khusus dari Kalla bagi warga Indonesia yang sudah sampai di Tanah Suci. "Jangan pegang-pegang unta, apalagi cium-cium unta," ujar Kalla sambil tertawa.  

    MERS disebabkan virus corona berupa sindrom pernapasan akut parah atau SARS dan dapat menyebar secara cepat antarmanusia melalui kontak jarak dekat. Ciri-cirinya meliputi gejala kesulitan pernapasan akut disertai demam, batuk, lemas, dan tak bernapas lancar.

    Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh memastikan Middle East respiratory syndrome corona virus (MERS CoV) belum masuk ke Indonesia. ‎Sejak MERS menyebar di Arab Saudi pada September 2012, baru dua WNI yang dilaporkan terinfeksi. Walau begitu, kedua WNI tersebut tak berada di dalam negeri, melainkan di Arab Saudi. 

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.