Penjual Minuman Oplosan Ini 'Bunuh' 5 Penduduk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miras oplosan

    Miras oplosan "Cherrybelle" yang telah diecer diamankan petugas Polsek Lembang, Jawa Barat, 5 Desember 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Blitar – Polisi menangkap Sugeng, 50 tahun, warga Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, penjual minuman keras oplosan yang telah menyebabkan lima pelanggannya tewas. Menurut polisi, dia berniat melarikan diri saat mendengar kabar bahwa minuman keras racikannya itu merenggut banyak nyawa.

    “Tapi kami berhasil menangkapnya lebih dulu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Blitar Ajun Komisaris Naim Ishak, Jumat, 19 Juni 2015.

    Selain menangkap Sugeng, polisi menyita sejumlah bahan pembuat minuman keras dari rumah Sugeng. Di antaranya arak tradisional dalam jumlah besar yang, menurut Sugeng, dicampur dengan minuman suplemen yang dijual bebas sebelum dikemas dalam botol bekas air mineral.

    Harga Rp 35 ribu per botol yang ditawarkannya dinilai sangat murah, sehingga mengundang banyak konsumen. Antara lain Sunoto, 38 tahun, dan Luki Trias Triyanto (21), warga Desa Sentul, serta Bambang Budi Utomo (35), warga Desa Bendo. Ketiganya tewas dengan kondisi mulut berbusa di Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo, Blitar, setelah berpesta dengan minuman keras itu, Selasa lalu.

    Dua korban lain berdomisili di Kabupaten Blitar. Yaitu Parman (45), warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro; dan Dani Nurcahyo (29), warga Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro. Kedua orang ini juga diketahui tewas setelah berpesta minuman keras buatan Sugeng bersama teman-teman mereka.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.