Bambang KPK Cabut Gugatan, Bareskrim: Main-main Namanya!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif, Bambang Widjojanto, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan Badan Reserse dan Kriminal, di Markas Besar Polri, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif, Bambang Widjojanto, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan Badan Reserse dan Kriminal, di Markas Besar Polri, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak menilai langkah praperadilan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bambang Widjojanto tak serius. Alasannya, Bambang sudah dua kali mencabut praperadilannya setelah mengajukannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    "Enggak benar dia itu, main-main namanya," kata dia di Bareskrim, Senin, 15 Juni 2015.

    Victor kecewa Bambang kembali mencabut gugatan praperadilannya. Padahal, kata dia, sidang praperadilan merupakan kesempatan Victor untuk menjelaskan perkara terkait penangkapan Bambang. "Keinginan saya untuk meng-clear-kan kasus ini lewat praperadilan jadi batal," ujarnya.

    Bambang seharusnya menjalani sidang perdana praperadilan dengan agenda membacakan permohonan hari ini. Namun setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Bambang mencabut gugatannya terkait tidak sahnya penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka oleh Bareskrim.

    Pencabutan berkas gugatan tersebut didasari putusan empat praperadilan yang dianggap tidak pro-pemberantasan korupsi. Tiga putusan membebaskan tiga orang dari jeratan tersangka: Komisaris Jenderal Budi Gunawan, bekas Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hadi Poernomo, dan bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. 

    Tak hanya itu, praperadilan yang dimohonkan penyidik KPK Novel Baswedan justru malah membuat Novel harus tetap menjalani sidang pokok perkara lantaran putusan menyatakan penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka Novel yang dilakukan polisi tidak mengandung cacat hukum.

    Bambang sebelumnya juga pernah mencabut berkas permohonan praperadilan pada 20 Mei 2015. Pencabutan itu dikarenanakan sidang Perhimpunan Advokat Indonesia menyatakan Bambang tak terbukti melanggar etik saat menjadi pengacara. Karena polisi tak juga mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan terhadap Bambang, dia memasukkan kembali berkas gugatan atas tidak sahnya penangkapan dan penetapan tersangka dirinya oleh Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian.

    "Padahal saya orangnya fair. Saya kasih dia kesempatan, eh dia malah cabut lagi," ujar Victor.

    DEWI SUCI R


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.