Bus Pariwisata Tabrak 5 Mobil di Cianjur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ditlantas polda Jawa Timur periksa mobil minibus atas kecelakaan maut yang menewaskan 5 orang di Banyuwangi. 5 Januari 2015. Ika Ningtyas/Tempo

    Ditlantas polda Jawa Timur periksa mobil minibus atas kecelakaan maut yang menewaskan 5 orang di Banyuwangi. 5 Januari 2015. Ika Ningtyas/Tempo

    TEMPO.CO, Cianjur -Sebuah bus pariwisata bernomor polisi D 7564 AF menabrak 5 mobil dan 1 sepeda motor di Jalan Raya Cipanas Kampung Panembong Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sekitar pukul 21.40 WIB, Selasa 26 Mei 2015. Satu orang tewas dan puluhan lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

    Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Wahyudin menjelaskan, korban meninggal dunia adalah pengendara sepeda motor yang terseret bus. Menurut dia, setelah menabrak sepeda motor, bus nyelonong menabrak kendaraa lain, baik yang searah maupun berlawanan arah.

    "Satu korban meninggal dunia di tempat karena terlindas bus, sedangkan puluhan lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Cianjur," ujar Wahyudin di Cianjur, Selasa 26 Mei 2015.

    Wahyudin menambahkan, bus yang melaju dari arah Jakarta diduga mengalami rem blong. Sehingga saat melintas di jalur lurus sebelum masuk ke kota Cianjur, sopir tak mampu mengendalikan kendaraan.

    "Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat bus mengalami rem blong," kata Wahyudin.

    Lima mobil yang terlibat tabrakan masing-masing Toyota Avanza, angkot, truk, truk engkel, dan Suzuki AVP. Akibat tabrakan tersebut, arus lalu lintas mengalami kemacetan baik dari arah Jakarta maupun Bandung.

    Hingga saat ini puluhan korban yang mengalami luka parah masih mendapatkan perawatan medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Cianjur.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.