Bahas Islah Golkar, Kalla Bertemu Agung Malam Ini?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (dua kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (dua kanan), Ketua MK Mahfud MD, Menkokesra Agung Laksono (kiri) saat akan mengikuti buka bersama di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (12/8). Tempo/Tony Hartawan

    Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (dua kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (dua kanan), Ketua MK Mahfud MD, Menkokesra Agung Laksono (kiri) saat akan mengikuti buka bersama di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (12/8). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla malam ini diagendakan bertemu dengan Ketua Umum partai Golkar versi Musyawarah Nasional Ancol, Agung Laksono di rumah dinas Wakil Presiden. Perjamuan itu merupakan lanjutan dari pertemuan yang sebelumnya dilakukan dengan partai Golkar kubu Aburizal Bakrie untuk membahas islah partai.

    Pertemuan itu pun sempat dibenarkan oleh Kalla sendiri. "Malam ini tidak ada pertemuan karena Agung ke Sumatera, tapi besok malam," kata Kalla, di Masjid Sunda Kelapa, kemarin.

    Kabar yang beredar, pertemuan itu sudah dimulai pukul 20.00 WIB. Tak ada penjagaan ketat di depan rumah ‎dinas Wakil Presiden, yang terletak di Jalan Diponegoro Menteng Jakarta Pusat. Di depan gerbang hanya tampak tiga orang pasukan pengaman presiden.

    Sejak pukul 19.00 WIB, di rumah yang berada di seberang Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut, setidaknya ada empat mobil yang masuk. Dua di antaranya Pajero hitam dengan nomor polisi ‎B 1989 RFT, dan Alphard putih ‎berplat nomor B 268 RDK.

    Dalam rencananya kemarin, Kalla mengatakan akan menyampaikan empat formula islah sesuai hasil perbincangannya dengan Ical, sapaan Aburizal, sebelumnya.

    Empat formula itu di antaranya ‎agar kedua belah pihak mengedepankan kepentingan partai dan kader. Kedua, kedua belah pihak dapat bekerja sama dalam menjaring kader-kader sebagai calon kepala daerah.

    Ketiga, terkait kriteria calon kepala daerah yang akan didaftarkan ke KPU, kedua kubu akan membahas dan menyetujui hal itu secara bersama-sama. Terakhir,  yang akan mengajukan calon adalah DPP yang diakui oleh KPU.

    FAIZ NASHRILLAH | REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.