Polisi Terus Buru Kelompok Bersenjata di Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat tank hias Partai Aceh (PA) pasca ditembak orang yang belum diketahui identitasnya  di Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh (21/3). Akibat penembakan itu seorang kader PA yang berada didalam mobil tank hias terkena tembakan pada bagian rusuk kiri. ANTARA/Rahmad

    Sejumlah warga melihat tank hias Partai Aceh (PA) pasca ditembak orang yang belum diketahui identitasnya di Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh (21/3). Akibat penembakan itu seorang kader PA yang berada didalam mobil tank hias terkena tembakan pada bagian rusuk kiri. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Aparat kepolisian didukung oleh TNI masih mengintensifkan pengejaran terhadap kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Pidie, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mereka diperkirakan masih berada di wilayah tersebut setelah terjadinya dua kali kontak tembak di sana.

    “Pengejaran dilakukan tim gabungan polisi dan TNI. Jumlah personel (yang bergerak) sekitar 50-an orang,” kata Kepala Humas Kepolisian Daerah Aceh AKBP Teuku Saladin kepada Tempo, Ahad 24 Mei 2015.

    Dalam pengejaran, terjadi dua kali kontak tembak dengan kelompok yang diduga pimpinan Din Minimi pada Ahad dinihari, 24 Mei 2015, dan Rabu, 20 Mei 2015. Dalam dua kali kejadian, sebanyak empat orang anggota kelompok itu tewas dan dua lainnya ditahan.

    Menurut Saladin, personel yang mengejar kelompok tersebut ikut didukung oleh Kepolisian Sektor yang tersebar di wilayah Kabupaten Pidie. “Masyarakat juga sangat mendukung polisi dan TNI. Warga yang selalu melapor bila ada kelompok yang mencurigakan.”

    Sebelumnya, Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, mengatakan kelompok yang sedang diburu polisi di Kabupaten Pidie adalah gerakan kriminal yang tidak bertanggung jawab. “Masyarakat diharapkan tetap tenang, kelompok itu gerakan murni kriminal,” ujar Dermawan saat menjamu Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Banda Aceh, Kamis lalu.

    Pemerintah Aceh, menurut Dermawan, mendukung langkah-langkah polisi dan TNI untuk menuntaskan kelompok bersenjata tersebut. Kasus kontak senjata di Aceh juga diharapkan tidak menjadi preseden buruk bagi daerah yang saat ini sedang membangun.

    ADI WARSIDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.