Putera Kapolda Sulteng Ini Meraih Medali Emas OSN Matematika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Urane Azis, siswa kelas 8, SMPN 2 Depok, peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika di Palu, Sulteng, berpose bersama ibunya. Istimewa

    Irfan Urane Azis, siswa kelas 8, SMPN 2 Depok, peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika di Palu, Sulteng, berpose bersama ibunya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Irfan Urane Azis, siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Kota Depok, Jawa Barat meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika. Kompetisi yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tingkat SMP itu diadakan di Palu, Sulawesi Tengah pada  17 - 23 Mei 2015.

    Irfan ternyata putera Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Azis. Ketika OSN berlangsung, Idham Azis berada di Kabupaten Poso mengkoordinir Operasi Camar Maleo II Tahun 2015.

    Operasi yang melibatkan personel Brimob Polda Sulawesi Tengah dan Brimob Kelapa Dua itu bertujuan mengejar dan menangkap kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah dan kawan-kawan.  

    Fitri Handari, istri Idham Azis menjelaskan suaminya menjumpai Irfan pada saat kedatangan di Palu dan kepulangannya ke Depok. "Kunci sukses adalah ketekunan dan berlatih terus menerus, serta berdoa kepada Allah dan meminta restu dari orang tua," pesan Idham kepada Irfan sebelum lomba.

    Sejak kelas 7, Irfan mengikuti kursus matematika yang diadakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Kota Bogor, Jawa Barat. Siswa bimbingan belajar asuhan Ridwan Hasan Saputra ini, memang banyak menghasilkan juara olimpiade tingkat nasional dan kompetisi matematika di luar negeri.

    Pada 18-21 Oktober 2014, Irfan meraih medali emas pada kompetisi Wizards At Mathematics International Competition (Wizmic) 2014 di Lucknow, India.

    Sebelumnya, pada International Mathematics Contest (IMC) di Singapura, Agustus 2014, putera kedua Brigjen Idham Azis itu meraih medali perak. Pada 12 April 2015, Irfan meraih emas pada Singapore and Asias School Math Olympiad (Sasmo) 2015 di Bogor, Jawa Barat.

    Irfan mengaku senang dengan pelajaran matematika semenjak sekolah dasar. "Pelajarannya seru. Makin susah soalnya membuat makin penasaran," kata Irfan yang hobi basket. Selain itu, ujarnya, belajar matematika membuat cara berpikirnya makin bagus.  

    Apakah bercita-cita menjadi ahli matematika ? "Saya mau masuk Akademi Kepolisian dan menjadi polisi," katanya.  

    Idham Azis menjelaskan ke anak-anaknya bahwa yang penting adalah bukan mengikuti lomba matematika atau bidang lainnya.

    "Tapi bagaimana menguji mental kita. Jika menang tidak membuat kita sombong, sebaliknya bila kalah tidak membuat patah semangat," kata Idham yang selama enam bulan  sebagai Kapolda Sulteng, namun lebih sering berkantor di Poso.

    Fitri menjelaskan selama ini suaminya lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan, ketimbang di belakang meja. Walhasil, waktunya bertemu keluarga relatif sedikit. "Anak-anak sudah paham kerja ayahnya," katanya Minggu, 24 Mei 2015.

    UNTUNG WIDYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.