Terapkan Kawasan tanpa Rokok, Pendapatan Kulon Progo Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pendapat asli daerah (PAD) Kabupaten Kulon Progo naik walau telah menerapkan kawasan tanpa rokok. “Dari sebelumnya PAD kami hanya Rp 98 miliar, sekarang menjadi Rp 158 miliar,” kata Hasto di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis, 21 Mei 2015.

    Salah satu cara untuk menaikkan pendapatan asli daerah itu adalah dengan memberlakukan slogan ‘Bela Bela Beli Kulon Progo’. Artinya, bila orang ingin membela Kulon Progo, maka masyarakat harus membeli hasil produksi lokal daerah itu.

    Hasto meminta masyarakat kabupatennya untuk memproduksi dan belanja produk lokal sendiri. Misalnya dengan air minum. Hasto mengatakan di Kulon Progo sekarang sudah bisa membuat Perusahaan Daerah Air Minum untuk membuat air minum dalam kemasan untuk daerah setempat.

    Saat membuat jalan raya pun, pemerintah menggunakan batu dan pasir dari alam Kulon Progo. Mereka hanya membeli aspalnya dari daerah lain.

    Selanjutnya, dalam hal beras, Hasto meminta agar Kulon Progo menggunakan beras produksi petani sendiri. Lalu pemerintah daerah itu bekerja sama dengan Bulog setempat terkait dengan beras untuk warga miskin. “Alih-alih pakai raskin, yang akan dibagikan itu beras daerah Kulon Progo, jadi sirkulasi keuangan berjalan di daerah kami,” kata Hasto.

    Hasto juga bekerja sama dengan pemilik Alfamart dan Indomart setempat agar toko itu dibeli oleh koperasi. Dengan begitu, masyarakat bisa menjual seperti telur lokal, makanan lokal di toko setingkat dengan minimarket itu.

    Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng berharap akan lebih banyak pemimpin daerah yang melakukan kegiatan seperti yang dilakukan Hasto. “Tidak bekerja sama dengan industri rokok, terbukti roda keuangan daerah tetap jalan,” kata Ekowati.

    Sebelumnya, Hasto mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan tanpa Rokok (KTR). Dengan aturan itu, Pemerintah Kulon Progo tidak lagi bekerja sama dengan para industri rokok di segala bidang, Hasto pun menyatakan sudah tidak ada lagi spanduk, baliho, atau umbul-umbul rokok yang terpasang di seluruh wilayah Kulon Progo.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.